Kopi Merah Putih

on Minggu, 25 Maret 2012
Kopi Merah Putih

Kopi Merah Putih : Obrolan Pahit Manis Indonesia

Itu tagline dari buku ini. Buku kecil seharga 10ribu rupiah *so woooow* yang mejeng di pameran buku Gramedia. Akhir-akhir ini keknya cukup sering baca buku dengan teman seperti ini, mulai dari petualangan macam "Meraba Indonesia", pengabdian macam "Indonesia Mengajar", atau membaca artikel dan blog-blog. Tetap saja, buku ini menggugah untuk dibeli, apalagi dengan harganya yang murah, hehe :p

Buat orang, kopi mungkin enak dinikmati berlama-lama. Mencium aroma kopi, menikmatinya seseruput yang panas, mendinginkannya sambil melakukan aktivitas lain, baru kemudian menghabiskannya ketika dingin beberapa waktu kemudian. Namun, setelah dipikir-pikir, saya ternyata adalah orang yang menghabiskan kopi dengan cepat, selagi masih panas, tidak menikmatinya dalam jangka waktu yang lama. Okelah saya memang bukan penikmat kopi sejati :p. Dan begitulah cara saya menghabiskan "kopi merah putih ini". Hanya butuh waktu 1,5 jam :p. Disamping karena tidak suka mendiamkan kopi lama-lama, berbagai celetukan dalam buku ini menjadi candu untuk segera menghabiskannya :)

Tak kurang dari 21 cerita/opini/artikel/apalah kamu menyebutnya, tersaji disini. Penulisnya menamakan diri sebagai "Indonesia Anonymous", kumpulan orang-orang berkerah putih *kerja kantoran* yang mengamati kehidupan mereka dan sekitarnya, setelah jam pulang kantor, mungkin sambil ngopi, dan menuliskannya di suatu blog. Ini adalah beberapa cerita dari blog tersebut. Ada tentang pemadaman listrik yang selama ini menjadi 'salah' PLN, padahal ternyata semua masyarakat Indonesia juga 'bersalah'. Ada tentang penelitian kecil-kecilan bahwa sopir bajaj merelakan pendengaran mereka demi sesuap nasi. Ada tentang pedagang asongan yang harga dirinya lebih tinggi daripada pejabat tinggi. Ada tentang Indonesia yang mengimpor pisang padahal pisang ambon pun jauh lebih enak dan mudah ditanam. Ada tentang peminat jurusan pertanian, kelautan, kehutanan yang sangat sedikit bila dibandingkan dengan slogan Indonesia sebagai negara agraris dan maritim *tanya saya kenapa gag masuk jurusan itu juga .__.*. Ah, saya terpana membacanya dan malu.

Kopi yang pahit. Jangan tambahkan gula semu, jika tidak ingin sakit karena gula. Hadapi pahitnya, temukan manisnya dalam caramu mengecapnya. It's worth to read! :)

Ingin membantu rakyat miskin? Bantu mereka untuk lebih sehat.
Tanpa motivasi, tak ada lagi ambisi.
- Kopi Merah Putih

2 comment:

Itheng cemani mengatakan...

nyileh bukune nduk!!

Yonika Arum Larasati mengatakan...

oke antri yo :P

Posting Komentar

speak up! ;)