Terimakasih untuk 'pelindungku' :')

on Jumat, 04 Februari 2011
Deg deg deg, ngeliat kick andy malem ini. Temanya : Sex Bebas di Kalangan Remaja. Rasanya begitu dekat dengan dunia kita *saya masih bisa dibilang remaja kan?:p*. Bukan dalam artian saya dekat dengan dunia seperti itu ya!*awas mpe salah kaprah*, tapi menyadari bahwa mereka seumuran dengan saya, bahkan lebih muda dari saya, hmmm, menakutkan rasanya -____-"

Nih salah satu alasan jual diri dari Bunga *nama disamarkan* : pergaulan bebas, uang jajan *uang jajan 50ribu sehari gag cukup, whaaaaaaat???astaga heran banget sehari ngapain aja neeeeng, hidup di USA??*

Ada lagi  yang umur 19 tahun jadi gigolo *sama tuanya dengan sayaaaaa*. Kelas 6 SD sudah melakukan sex. Astaghfirullah.. :(

Penyebab?
- anak-anak punya banyak tantangan di lingkungan sekitarnya
- ortu gag siap  menjadi orangtua bagi anak2 yang hidup di era digital
- ortu terlalu sibuk, ada secara fisik, tapi gag ada secara emosional

Saya bukannya mau menutup mata terhadap hal-hal seperti itu, apalagi saya hidup di Jogja yang kota mahasiswa dan dulu pernah ada rumor bahwa tingkat sex bebas di sini sangat tinggi. Emang bener sih pergaulan itu memegang peranan utama dalam hal kayak gini. Salah pergaulan, gag kuat iman, orangtua tidak ada secara emosional, ketiganya akan menjadi kombinasi yang 'pas' untuk bisa terjerumus ke dalam hal-hal seperti itu.

Kadang-kadang saya sering merasa orangtua saya over dalam mengawasi kegiatan saya. 
'Hari ini mau ngapain aja?'
'Ama sapa aja?'
'Di kampus ngapain aja?'
'Kok jam segini baru pulang?'
'Kalo pulang lewat maghrib langsung sms atau telpon!'
'Anak cewek kok pulang jam segini, jam 9 belum mpe rumah'
'ke pantai? sama sapa? temennya sapa aja? gag boleh'

dulu waktu SMA seriiiiiiiiiing sekali mendengar hal-hal seperti itu. Alhamdulillah sekarang waktu kuliah sudah tidak se-ekstrim itu :)

Dan memang ya, kadang saya merasa kok jadi orangtua tu serba salah banget. Terlalu perhatian, salah.. *entah mengapa dulu saya merasa hal-hal kayak gitu sangat mengekang, temen-temenku boleh, kenapa aku egag??*. Gag perhatian,  anaknya entar kemana-mana..

Sekarang baru deh sadar, kenapa mama selalu ceriwis malah seperti itu *walaupun kadang agak parno*, tapi sekarang baru sadar betapa pentingnya itu. Ya saya dulu iri melihat teman-teman saya yang bisa bebas maen ke sana-sini, bisa nginep sana-sini, bisa pergi ke mana-mana. Tapi tiap orangtua punya cara terbaik kan untuk memberikan perhatiannya? Dan saya baru sadar sekarang, kalau yang dulu papa mama lakukan itu memang benar. Hanya kelabilan dan kekanak-kanakan saya saja dalam menanggapinya, sehingga saya kadang merasa terkekang.

Hmm, menjadi orangtua memang tidak akan mudah. Apalagi di jaman sekarang yang semua informasi baik dan buruk bisa didapat dalam hitungan detik. Semoga setelah ini saya semakin mengerti orangtua saya dan tidak akan merasa dikekang deh dengan aturan-aturan baku dalam rumah, hehe. Maaf ya mama papa.. terimakasih buat semua perhatiannya, penghargaan, dan pujiannya :')

p.s. : Semua pasti dilindungi oleh Allah SWT? :) 
orangtua hanya salah satu sarana untuk melindungi diri kita masing-masing, amin..

Tepat Jam 12.00 Siang

on Kamis, 03 Februari 2011
Dia keluar rumah, dengan kostum lengkap untuk berjogging ria. Kaos gombor, celana training panjang, sepatu kets kesayangan yang sudah belel dan nyaman sekali dipakai. 

Jam 6.00. Matahari masih malu-malu, tidak ada bayangan di belakangnya. Dimulai dengan berjalan dulu, dia tidak ingin menghabiskan tenaganya di awal. Berjalan santai, mengamati sekitar, tersenyum dan menyapa orang-orang yang ditemuinya di jalan. Kapan lagi bisa bernafas dengan lega seperti pagi ini? Nikmatilah..

Jam 7.00, matahari meninggi. Tiba-tiba muncul bayangan yang begitu panjang di sampingnya, bayangan yang menuju ke arah barat. Dia tidak suka bayangan itu. Bayangan yang terus mengikutinya, menempel ke mana pun dia melangkah. Dia putuskan berlari, berlari dari bayangannya. Namun bayangan itu tetap menempel padanya, tetap mengarah ke barat. Semakin dia melihat bayangan itu, semakin dia ingin pergi. Mulailah dia berlari sekuat tenaga. Dia tidak bisa lagi menikmati udara pagi yang sejuk, tidak lagi mengamati sekitarnya, tidak menyapa orang-orang yang dia temui. Hanya berlari sekuat tenaga. Tidak apa-apa, anggap saja aku berolah raga sambil berkejaran dengan bayangan itu, pikirnya..

Jam 8.00. Matahari makin meninggi. Bayangan masih mengikutinya. Semakin pendek, tapi masih ada. Dia pun tetap berlari sekuat tenaga..

Jam 9.00. Kata orang-orang, jam 9.00 adalah waktu terbaik untuk berjemur, waktu terbaik untuk menyerap sinar matahari pagi. Dia mulai lelah, tetapi bayangannya masih ada. Dia putuskan untuk berjogging saja, tidak berlari lagi. Mencoba berdamai dengan bayangannya, sambil menikmati matahari pagi bersama si bayangan. Padahal dalam hati, dia masih ingin mengalahkan bayangan itu, menunjukkan bahwa dia lebih cepat dari bayangannya..

Jam 10.00. Bayangan makin pendek, matahari makin tinggi. Dia mulai menerima bayangan yang tidak juga menyingkir dari sampingnya. Tenaganya mulai habis, dia mulai merasakan timbunan asam laktat di kakinya, pegal..Joggingnya semakin pelan, dan dia mulai menikmati pemandangan di sekitarnya lagi, mulai tersenyum pada orang-orang yang dia temui..

Jam 11.00. Peluh makin membasahi keningnya. Dan bayangan masih ada, hanya sedikit, hampir tak terlihat. Dia tidak peduli lagi, bayangan itu ada atau tidak. Dia hanya ingin menikmati olahraganya hari ini. Langkahnya makin pelan, sekarang dia hanya berjalan. Menikmati udara yang semakin panas, melihat berbagai aktivitas orang-orang di sekitarnya. Dia berjalan menuju rumahnya.

Jam 12.00. Dia sampai di depan rumahnya. Lelah, lelah sekali setelah berkejaran dengan bayangannya. Matahari tepat di atas kepalanya, begitu terik tanpa ada awan yang menutupinya. Sambil membuka pagar rumah, dia melihat ke bawah, melihat sekeliling, mencari sesuatu yang rasanya hilang. Bayangan itu hilang, habis di bawah kedua kakinya. Tidak terlihat di sampingnya, hanya di bawah kakinya ada sedikit warna hitam. Tepat jam 12.00 siang.

Dia pun teringat sebuah kalimat dari sahabatnya :
Time will heal everything, every wound you've got


Hujan datang jugaaaaa :)

on Rabu, 02 Februari 2011
Ya Allah, Alhamdulillah..
Terima kasih doaku dikabulkan, walaupun aku berdoanya kemarin dan hujannya baru datang sekarang :)
Tapi yang penting sudah dikabulkan, walaupun hari ini gag hujan juga, suatu saat hujannya bakal datang kan?mungkin besok, mungkin lusa, mungkin minggu depan, mungkin bulan depan, mungkin tahun depan *yang ini kayaknya kelamaan ya,hehe*. Tapi si hujan pasti bakal turun oleh kehendak-Mu :)

Seperti hujan, begitu banyak mungkin doa-doa yang aku minta pada-Mu, dan lewat hujan ini aku tau, doa-doa itu suatu saat akan dikabulkan. Entah kapan, aku tidak tau. Nanti malam, besok, lusa, minggu depan, bulan depan, atau bertahun-tahun lagi? Tapi aku tau Kau akan memberikannya ketika aku sudah siap mendapatkannya dan menikmatinya :)

p.s : menikmati dinginnya hujaaaaan X) *semoga gag biduran -__-"*

divine cigarette, kretek sehat?

mediaindonesia.com
Kemarin sore saya melihat sebuah info yang rada ajaib bagi saya. Saya menonton acara public corner di Metro TV dengan yang membahas tentang divine cigarette, istilah yang awam saya dengar. Di acara tersebut dihadirkan seorang profesor biologi molekuler dari Unbraw, ketua APTI (Asosiasi Petani tembakau Indonesia), dan 2 orang yang telah merasakan khasiat divine cigarette tersebut. Nah sebenarnya apa sih divine cigarette itu?

Buat yang ingin tahu lebih lengkap tentang 'produk' ini bisa langsung ke websitenya aja klik disini. Secara ringkas dari yang saya baca, mereka menyebutkan bahwa walaupun dalam asap rokok terdapat lebih dari 4000 jenis zat berbahaya (yang dianalisis menggunakan berbagai metode, kromatografi juga termasuk loh :O), tapi zat-zat itu baru akan berbahaya bisa mengenai tubuh dalam bentuk partikel-partikel individu *maksudnya dalam bentuk zat tunggal sendiri*. Sedangkan pada asap rokok, zat-zat tersebut tidak mengenai tubuh secara individu, melainkan secara bersama-sama dan justru memberikan efek saling menetralkan *mungkin seperti katekin menetralkan kafein dalam teh*, sehingga asap tersebut tidak berbahaya bagi tubuh. Disebutkan pula bahwa nikotin tidak memiliki efek negatif pada tubuh, selain hanya menyebabkan ketergantungan. Nikotin justru memberikan efek positif, antara lain dapat menenangkan, mengobati asam urat, melancarkan pencernaan.

Yang berbahaya dalam asap rokok adalah adanya merkuri radikal bebas. Radikal bebas inilah yang akan menyerang bagiab-bagian tubuh kita, menyebabkan berbagai efek buruk dari rokok, bahkan menyebabkan kanker. Orang yang menambal gigi menggunakan 'amalgam' *mengandung merkuri* juga akan memperparah resiko merokok itu.

Dari yang saya tangkep, penelitian tentang divine cigarette tersebut memfokuskan pada pengembangan nanobiologi, dimana partikel-partikel asap rokok akan dibuat menjadi ukuran nano, sehingga dapat dengan mudah masuk ke dalam tubuh. Di dalam rokoknya juga akan ditambahkan bahan-bahan berkhasiat yang akan masuk ke dalam tubuh melalui 'penghantaran asap rokok' tersebut, jadi asapnya sebagai fase gerak *hmm -__-*.

Artikel-artikel yang saya dapat di google hampir semuanya mengungkapkan kelebihan divine cigarette ini. Seorang pasien kanker hati Malang telah merasakan khasiat dari divine cigarette ini dan setelah 6 bulan kanker hatinya mengecil (Metrotv.com). Artikel lain juga menyebutkan bahwa asap rokok yang telah dimodifikasi menjadi divine cigarette tersebut di uji cobakan pada tikus, dan hasilnya menunjukkan bahwa tikus tersebut menjadi lebih lincah dan ransum makanannya lebih sedikit daripada tikus kontrol, apalagi tidak ada efek negatif dari pengasapan tadi (dokteriko.com). Wow!

Tapi sayangnya, saya belum menemukan abstrak atau jurnal hasil penelitian asli dari profesor tersebut. Saya baru menemukan artikel-artikel saja, dan kebanyakan kontennya pun sama. Hmmm, antara percaya dan tidak percaya sih. Kalau benar-benar bisa mengobati kanker *apalagi kemarin dua orang pasien yang didatangkan adalah penderita kanker*, benar-benar hebat kan? Harusnya yang nemuin bisa dapet Nobel tuh :O

percaya gag percaya? yaaa, kalau ada bukti yang lebih ilmiah atau jurnalnya, tolong beri tahu saya, terimakasih :D

referensi :
http://divinecigarette.com (tanggal akses : 2 Februari 2011)
http://www.metrotvnews.com/read/news/2011/01/19/39913/Divine-Cigarette-Sehatkan-Penderita-Kanker-Hati (tanggal akses : 2 Februari 2011)
http://dokteriko.com/index.php?option=com_content&view=article&id=84:divine-cigarette-rokok-ramah-lingkungan-dari-unibraw&catid=1:news&Itemid=69 (tanggal akses : 2 Februari 2011)

A Whole New World!

on Selasa, 01 Februari 2011
I had a doll named 'boncel'. I didn't know why I named him like that *yeah, he not she :p, I and my sister always consider him as a boy*. When my mother gave that doll, I felt so happy "yeah I have a new doll, what must I do with him?" I named him as 'boncel' *I remember, I think it's because he has a small rounded nose, and my mother said : Hidungnya boncel ya? yeah actually I didn't know what boncel means mom :p*. Because he had long legs, very long legs, almost 30cm *I didn't measure LOL*, but we could fold his legs, and I liked to fold his legs around my neck *what a terrific little girl -____-*. And when I was bored to fold his legs, my eyes looked at my water color. I took the green color, mixed it with water, took the brush, and tadaaaaaaaa : his hair changed from blonde *it was cute :)* to blonde with the green highlight. What a great creation from me! I was very proud, haha *okay, I was really an annoying little girl, maybe until now :p*

And several days later my mom brought me a new barbie, just a cheap barbie *not expensive barbie priced blablabla hundred thousand rupiah*. And yeah, I was happy again, I've got a new toy! I started with the same pattern, named her, explored what she can do, then highlighted her hair again *I was obsessed with water colour although I can't draw*. Sometimes I did something different, I tried to make her a dress :D, just sewed rag fabrics, I didn't care whether it looks good or not, I just made it.

And some toys came after that, I always do the pattern, yeah sometimes with modification according to the toy I got. I felt like I had a new world, I was happy, I stuck on that thing, and step by step I leave my old toys. I put my old toys in the box, I didn't touch them for several times, until I opened up the box, and then I realized : 'wow, I have this toy, how can I forget about it? Oh this one still good, I want to keep it, and this one is too old and I will throw it away' *I don't know what is requirement to enter the good condition or the bad condition, just follow my mood :p*

I'm 19 now *thank you for reminding yourself yon, you're almost 20* and I think now it's not about my dolls or my toys, but about my world. Although I think I'm a person who like to stay at my 'comfortable zone' *I know it is not really good*, but sometimes I found a new world, that give me challenge, give me something to explore about, to learn about others, to play with it. The new world can give me challenge how to break a way. The new world give me challenge to keep the situation. The new world give me many things that I can explore, and I can play with it. Just like a little girl with her doll. And step by step I leave my old world.

New world, not always as good as it seems first. Sometimes it gives me challenge I can't handle. It makes me feel worse than my old world, although I have do the adaptation. Just like I was bored with my doll, I threw it away to the box, kept it there until I got the interest again, or I throw it away, out of my box, to the rubbish bin, or gave it to my sister.

I think my worlds will repeated as a cycle, I find new, I like it, I explore it, I leave the old world *okay, I think I must  reduce this part*, I'm bored, I feel worse, and I'll find the new one again. Just like that. And there are many ways to reach the world I belong to. I know for some parts of my life, I can't do that cycle. And when I can't do it, it means I've reach my world :)

p.s. : I know my grammar is really really bad :p
p.s. : I miss my 'boncel' :(((