everything is expensive

on Selasa, 20 Desember 2011
Everything is expensive. Jaman sekarang apa yang murah? Jaman sekarang apa yang bisa didapat cuma-cuma? Jaman sekarang apa yang tinggal minta langsung dapet? Oke tulisan saya ini agak lebay *gag cuma agak ding, banget haha*. Tapi itulah hidup jaman sekarang, everything is expensive.

Saya sempet heran dengan berbagai hal-hal yang kadang mungkin sepintas kita bakal bilang : 'Ih gitu doang kenapa mahal coba','ih gitu doang di rumah juga bisa', dll. Misalnya nih ya, perawatan facial-facial di salon, tuh paling murah sekitar 40ribuan kan. Kalo gag pernah pasti awalnya mikir : 'facial=cuci muka, dirumah juga gag bakal ngabisin pembersih sebotol, kenapa mahal amat'. Tapi ketika ngelakuin, ternyata, saya mah kalo jadi mbaknya gag mau dibayar 40ribu, udah ngabisin waktu 2 jam-an, gag bisa ditinggal-tinggal, alatnya mahal, bahannya mahal, dll.

Lagi, tadi siang saya ke dokter gigi setelah sekian lama gag pernah kontrol, haha :P. Untung janjiannya sama seorang temen jadi mah nyantai aja, gag serem kayak kalo di film-film ketemu dokter gigi gitu. Masalahnya kayak anak kecil deh : gigi bolong, gag keren -,-. Cuma kecil, tapi di depan jadi keliatan banget ntar kalo gag dirawat. Sampe di RSGM jam 1, saya pikir paling cuma 1 jam lah ya, apa sih susahnya nambal lubang sekecil itu. 30 menit berlalu, bor-bor berputar, stainless, escavator *ini bukannya buat ngangkat-ngangkat batu gitu? cmiiw*, cermin mulut, berputar semua untuk mengevakuasi si gigi berlubang. 60 menit, saya kok ngerasa lubangnya makin gede, oh ternyata emang sengaja, untuk bersihin caries-caries. Terus ternyata kesulitan, entah kenapa, panggil dokter dulu, diliatin ama koass-koass lain *berasa tontonan -,-*, lanjut lagi nge-bor. Berenti lagi, konsultasi lagi. Sampai akhirnya jam 3, progress sampai : PREPARASI. Hahaha *ketawa miris*, ini gigi saya yang bebal atau gimana :( . Akhirnya pake dirontgen segala, dan diputuskan berlubangnya sampe deket akar, dentin saya kurang tebal, kalo dipaksain ditambal permanen bakal sakit. Solusinya, sekarang ditambal sementara dulu, sebulan lagi ditambal permanen *kata-kata ini saya kutip persis asli kata mbak maya*. Dan perjuangan 3 jam saya pun harus bersambung ke episode selanjutnya.

Jadi inti saya dari cerita sepanjang lebar di atas apaan? Intinya adalah everything is not as easy as we see, until we know the process. Kayak para farmasis bikin obat, liatnya ya obat mahal, that's it. Tapi ketika tau prosesnya, ada suatu pemakluman disana *ini proses yang wajar ya, yang gag pake tetek bengek marketing sana sini*. Nyambung tetep ya ke dunia farmasi, haha. Yaaaa, everything is expensive, but doesn't mean it can't be reachable, right? ;)

review : yang galau yang meracau

on Minggu, 18 Desember 2011

Saya menemukan judul buku ini ketika ada teman yang memposting link blog penulis buku ini, si Fahd Djibran, di fb. Akhirnya tersesat di blog dia deh, fahd-isme.blogspot.com , membaca beberapa tulisannya, melihat project-projectnya (fiksi-auvi yang cukup saya suka, bagus, beneran, membaca dengan gaya lain :)), saya jadi penasaran banget pengen beli buku ini. Dari judulnya aja dah menantang kan : "yang galau yang meracau". Sebagai orang yang mungkin cukup sering terlihat galau *haha*, saya pengen dapet pencerahan, apalagi baca beberapa review di internet katanya emang worthed baca ini. Ampe saya bela-belain mau pesen langsung ke penerbitnya via email, karena saya kira jarang ada di jogja, tapi email gag dibales-bales .___. akhirnya saya pun menembus hujan ke togamas di seberang kota sana demi si buku ini *syaaah lebay abis :P*

Buku ini bukan novel, bukan kumpulan cerpen, tapi kumpulau racauan, begitu si Fahd menyebutnya. Memang, ada prosa, ada puisi, ada monolog, ada hanya beberapa baris kalimat di buku ini. Ekspektasi saya sangat tinggi ketika akan membaca buku ini. Ketika sudah dibaca, jujur tidak setinggi ekspektasi saya. Tapi lumayanlah, worthed juga buat dibaca karena pemikiran-pemikiran si Fahd kadang gag biasa, atau justru terlalu biasa, dan sebenarnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, tapi kita terlalu tidak peduli? entahlah. Yang jelas, ketika membaca ini, banyak bagian yang membuat saya tertohok sebagai manusia :)

Beberapa bagian yang sangat saya suka :

Cantik itu luka

pretty is something you''re born with. But beautiful, that's an equal opprtunity adejctive.
the difference between pretty and beautiful is; Pretty is temporal whereas beautiful is eternal.

See girl? beautiful doesn't always mean you go to natash* or lariss* to do some facial, buy something expensive in the mall, seeing your face for long time in the mirror. cheers, whatever we are, we are still beautiful :)

Lagu malam part1-5
ini puisi-puisi untuk istrinya, menye-menye tapi so sweet haha :D
Mengetuk Pintu Surga
di bagian ini, dia merepresentasikan lagunya Bob Dylan, Knockin' on Heavens Door, dengan kehidupan saat ini.

Perempuan yang berdoa
Doa yang baik tak pernah berpusat pada kepentingan dirimu sendiri.
Doa yang baik selalu tersebar bagi kepentingan orang-orang di sekeliling dirimu, orang lain, seluruh semesta.
Berdoa-lah untuk kebahagiaan dan kebikan orang lain, maka semesta akan bekerja dengan sendirinya untuk kebaikan dan kebahagiaanmu.
Taruhan denganku, siapa yang tak bosan melulu mendengarkan permintaan-permintaan yang semua selalu tentang dirimu, kepentinganmu, dan kebahagiaanmu?
Maka lupakanlah kepentinganmu, leburkan ia dengan kepentingan banyak orang di sekeliling dirimu, begitulah cara merayu Tuhanmu.

Refleksi diri yang indah :)


Yang saya suka lagi juga, dia menampilkan tokoh Tuan Setan, yang selama ini jadi momok dan kambing hitam atas semua kesalahan manusia, menjadi tokoh yang justru membuka refleksi-refleksi diri Rayya, si tokoh utama. Untuk bagian cinta, dikisahkan diucapkan oleh Rayya untuk kekasihnya, Alivya, dan rasanya jadi lebih so sweet haha :D. Dan di bagian ending, ada bagian untuk refleksi kegalauan mengenai keTuhan-an :)

Well, masih galau kah setelah membaca ini? haha tentu masiih, tapi dengan racauan-racauan, membuka ruang untuk menyalurkan kegalauan ke arah yang lebih positif, yeiy! :D

selamat menikmati racauan :)



explore-the-earth:

Fundata, Romania
fundata, romania

Munich
munich, germany

Highest waterfall in Germany, Black Forest.
black forest, germany
explore-the-earth:

Venice, Italy
venice, italy
explore-the-earth:

Bad Wimpfen, Germany
bad wimpfen, germany
explore-the-earth:

Santorini, Greece
santorini, greece


I wanna see the world, do you? :)


on Sabtu, 17 Desember 2011




Aku melihat, di ujung jalan, tampak besanding Merapi dan Merbabu. Berhimpit di perutnya, menjulang pada kepalanya, tertutup kakinya oleh keramaian manusia. Angkuh meninggalkan kerendahan yang ada di bawahnya, menantang manusia untuk berjalan di kelok perutnya. Kapan bisa memandang ke bawah dari pundaknya, setidaknya?

#bertanya-tanya sensasi apa yang dirasakan para pendaki di atas sana, semoga suatu saat menemukan jawabnya :)
on Jumat, 16 Desember 2011


pharmonika -141211-
we sing, we enjoy, we laugh
someday we'll be appreciated :)
cheers!