Taste Buds - Yunus Kuntawi Aji & Kinsia Eyuss

on Minggu, 18 November 2012

Buku ini nge-hits banget di tumblr berhubung penulisnya adalah "artis" tumblr, Yunus Kuntawi Aji. Baca-baca komen orang, jadi penasaran se-mengaduk apa sih buku ini. Kata komen-komen yang saya baca sih, katanya mengaduk-aduk perasaan~.Bdw, taste buds artinya indra perasa :)

Ada 26 cerita, 13 ditulis sama Yunus, 13 ditulis sama Kinsia, selang-seling. Ada perbedaan banget dari cara menulis mereka. Yunus cenderung lebih puitis dan serius, Kinsia lebih lugas dan cheesy. Saya lebih suka tema-tema yang diangkat sama si Yunus sih ^^v. Lebih misterius dan bisa direnungkan *haiiish :p*. Anw, sampulnya eyecathcing banget :)

Katanya, kenangan adalah kesempatan bagi manusia untuk berbahagia kedua kalinya.
- Yunus Kuntawi Aji


Sederhana

on Rabu, 14 November 2012
Kakek tua itu bergeming. Tidak ada yang lebih indah baginya, pagi hari ditemani kicauan parkit-parkit kesayangan, channel radio yang pagi hari ini masih setia memutar lagu bengawan solo, lagu favoritnya sepanjang masa, dan juga segelas kopi panas yang mengepul di sampingnya. Didengarnya suara kemeresak tanah di depan rumahnya, yang berada di pertigaan jalan besar di daerah selatan kota, tanda bahwa istrinya sedang menyapu. Rutinitas pagi hari. Seperti biasa. Rutin.

Nenek tua itu terus bergerak gesit. Hap hap, srek srek. Dalam 15 menit, seluruh halaman rumah yang berukuran cukup luas sudah bersih dari daun, yang banyak berguguran karena angin kencang tadi malam. Nenek selalu suka melakukan kegiatan paginya. Bangun, bersujud sholat, memasak air, mandi, menyiapkan kopi, menyapu halaman dan rumah, dan tentu saja, bercengkerama dengan kakek. Mendengarkan dan membahas kisah jaman muda mereka, yang entah untuk episode ke berapa terus diputar. Seperti biasa. Rutin.

Selesai menyapu, nenek mendekati kakek, melihat kopi yang belum disentuh sama sekali. Kakek sedang manja. Nenek meletakkan tongkatnya, mengambil cangkir itu, meletakkannya dalam genggaman kakek, hingga tersungginglah senyum di wajah tuanya. Kakek pun minum kopi dengan nikmat.

Hal-hal rutin itu dilakukan setiap hari, setidaknya sejak 15 tahun yang lalu. Hal rutin yang indah,hal indah yang rutin. Tidak ada yang tidak istimewa dari kisah setiap orang. Si kakek adalah seorang buta, si nenek adalah seorang yang tidak punya 2 kaki asli. Bahagia itu sederhana, se-sederhana hati semua orang untuk mensyukuri bahwa bahagia itu ada dan nyata.

Growing Up

on Jumat, 09 November 2012


Growing up itu apa?

Growing up itu adalah gag kerasa apa2 tahu2 suatu malam tersadar lingkungan berubah, teman2 berubah, keluarga berubah, dan ketika baca hal2 yang dulu pernah ditulis, aku juga 

Perubahan adalah keniscayaan.
Menjadi tua adalah kepastian.
Arah mana tujuan berlayar, monggo dipilih masing-masing :)
Segala kebaikan dan nikmat yang ada dalam diri kita, itu karena Allah.
Dan kegagalan serta kebaikan yang belum terjadi, itu karena diri sendiri yang belum berikhtiar atau belum meminta kepadaNya.
Angkatlah kesombongan dari hati, dan berikhtiarlah untuk mendapatkan kebaikan lagi dari Allah.

Alhamdulillah diingatkan lagi hari ini :)

Catatan Hati di Setiap Doaku - Asma Nadia

on Sabtu, 03 November 2012
Catatan Hati di Setiap Doaku

Ini buku yang harus banget dibaca T.T
wajib banget :'). Semacam chicken soup, jadi yang nulis adalah orang-orang yang bergabung di milis pembacaasmanadia@yahoogroups.com, ada juga komentar-komentar dari Asma Nadia di beberapa cerita. Mulai dari masalah pernikahan, sakit, karir, sampai di ujung kematian, semua diserahkan oleh penulis-penulis ini kepada Allah, bukan kepada yang lain. Dan buku ini bikin saya malu karena doa-doa yang belum dipanjatkan dengan khusuk, dengan doa-doa yang belum sepenuh hati walau saya sangat mengharapkan hasilnya T.T

Cerita yang saya suka banget adalah pengalaman dari Asma Nadia. Jadi, setiap hari sebelum anak-anaknya tidur, beliau menemani anaknya dan mengajak mereka untuk berdoa bersama. Mendoakan apapun, mulai dari hal yang berat seperti : " Ya Allah, semoga teman-teman di Aceh segera bisa sekolah lagi" *waktu tsunami Aceh*, sampai doa yang sangat sederhana dan lucu : "Ya Allah,semoga rambut ayah cepat tumbuh" *waktu bapaknya potong rambut kependekan*. Lewat doa-doa itu, beliau mengajarkan empati pada anak-anaknya dan meminta apapun hanya pada Allah. Harus ditiru nih nanti :')

Dan pesan yang sangat saya suka :
Jangan pernah mendikte Allah. Dunia ini Allah yang punya, masa kita mau mendikte pemilik dunia ini?