Tampilkan postingan dengan label movies. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label movies. Tampilkan semua postingan

Babies Film

on Sabtu, 19 Februari 2011
Ini pertama kalinya saya nonton film tanpa dialog, sepanjang 1 jam lebih. Babies film ini adalah film dokumenter yang dibuat oleh sutradara Perancis, Thomas Balmes. Kalo mau baca sinopsisnya,di sini nih.

Film ini bercerita tentang 4 orang bayi dari 4 negara berbeda : Namibia, Jepang, USA, Mongolia. Mulai dari mereka masih di perut si ibu, lahir, belajar tengkurap, belajar merangkak, sampe akhirnya mereka bisa jalan :D. Gag ada dialog, cuma cuplikan adegan sehari-hari. Menurut saya sih di situ menariknya, saya bisa liat detail pertumbuhan seorang bayi *berasa emak-emak ngomong gini, haha*. Dan ternyata banyak hal-hal dodol di kehidupan seorang bayi, tapi setiap hari ada aja perkembangan dari mereka :)

Kenapa dipilih 4 bayi dari negara berbeda? Mungkin untuk menunjukkan ya, bahwa setiap budaya memiliki cara tersendiri untuk membesarkan bayi-bayi mereka. Misalnya : ibu amerika memandikan anaknya pake shower, ibu mongolia meminum air dan kemudian air itu disemprotkan ke badan anaknya *ini ritual atau apa ya?kayaknya gag tiap hari juga sih kayak gitu :p*, sedangkan si ibu jepang dan namibia sama-sama memandikan anaknya dengan cara dijilat, hieks -________- *entah kenapa yang di namibia keliatan lebih iyuuuuh :p*

Masih banyak lagi perbedaan-perbedaan dalam membesarkan bayi-bayi mereka.  Hampir sepanjang film ini  saya ketawa-ketawa geje, paling engga nyengir deh gara-gara liat kelakuan mereka -_____-". Bikin saya mikir: "dulu saya juga gitu ya? suka ngeces geje, ngomong bahasa alien, marah ngguling-ngguling kalo gag bisa make mainan dengan bener, dll" XD --> kayaknya emang gitu haha

Walaupun beda-beda dalam cara membesarkan anaknya, toh anaknya akhirnya tumbuh jadi manusia juga *emang waktu bayi bukan manusia?*. Ya gimana pun cara orang tua kita membesarkan kita, bersyukurlah  , karena mereka lah kita bisa jadi manusia kayak sekarang ini :D *mulai random*

Yang suka liat bayi-bayi kecil yang lucu wajib nonton film ini, karena semua bayinya lucu-lucu, bahkan si bayi namibia juga *saya gag bermaksud rasis ya :p*

p.s. : jadi pengen punya adek kecil yang bisa diunyel-unyel di rumah. Bukan adek besar yang suka menindas (baca :adek saya)
:p

My Sister's Keeper : belajar untuk mengikhlaskan sesuatu.

on Kamis, 27 Januari 2011
I was engineered. Born for particular reason. A scientist hooked up my mother's egg and my father's sperm to make a specific combination of genes.  He did it to save my sister's life.

Bagaimana perasaanmu ketika kamu tahu, kamu dilahirkan bukan karena semata keinginan orangtuamu? Tapi untuk mendonorkan bagian-bagian tubuhmu untuk orang lain, kakakmu..

Anna (Abigail Breslin) adalah anak yang dilahirkan dari proses bayi tabung. Orangtuanya memutuskan untuk 'membuat' anak lagi untuk menjadi donor bagi anak pertama mereka, Kate (Sofia Vassilieva), yang mengidap leukimia sejak bayi. Nah, menurut dokter, satu-satunya jalan untuk menyelamatkan hidup Kate adalah dengan 'membuat' donor yang memiliki kemiripan gen yang tinggi dengannya, dan hal itu dapat diwujudkan melalui proses bayi tabung.

Sejak kecil, Anna sudah harus merelakan sumsum tulang di pinggulnya diambil dan didonorkan bagi Kate. 11 kali masuk rumah sakit, 6 kali pemasangan kateter, 2 kali pendonoran sumsum tulang, dan 2 kali pengambilan stem cell, semua hal itu sudah dirasakan Anna hingga umurnya 12 tahun *gag mbayangin -_____-"*

Hingga pada suatu saat, Anna berani melawan keinginan ibunya, yaitu ketika dia harus mendonorkan ginjal bagi Kate. Ia bahkan meminta bantuan pengacara untuk membawa ibunya ke pengadilan, dan meminta hak asasi atas kebebasan dirinya *yeah, selama ini dia harus selalu memberikan 'sebagian' dirinya untuk kakaknya kan?*

Nah, konflik antara ibu dan anak ini akan mewarnai sepanjang film ini, di samping keadaan Kate yang semakin tidak kuat melawan leukimianya. Film ini benar-benar menguras air mata bagi saya *oke, liat film yang gag terlalu mengharukan aja saya juga nangis sih :p* Tapi beneran, di film ini saya malah tidak menyalahkan leukimia yang begitu jahatnya, membuat keluarga yang harusnya damai menjadi terlibat konflik berkepanjangan. Saya malah melihat leukimia itu sebagai 'sesuatu' yang positif, yang bisa membuat banyak orang menemukan 'hidup' mereka.

Anna, dia gag bakal ada di dunia ini kan kalo Kate gag mengidap leukimia? Walaupun dalam hidupnya pun Anna harus merelakan 'tubuhnya', tapi hal itu kan yang membuat dia lahir di dunia ini?

Di film ini juga dipaparkan dengan jelas sekali, gimana pergulatan batin seorang ibu, di satu sisi ingin terus menyelamatkan anaknya yang leukimia, walaupun dia tahu semakin hari semakin tidak ada gunanya segala pendonoran itu. Dan di sisi lain harus 'mengorbankan' anaknya yang lain, yang memang sejak lahir 'didesain' untuk menyelamatkan kakaknya. Saking sudah 'terbiasanya' dia dengan keadaan Kate yang bolak-balik kritis, bolak-balik muntah darah, bolak-balik masuk rumah sakit, sampai sudah tidak ada air mata yang keluar lagi. Satu scene yang paling saya suka, ketika Kate tidak mau keluar rumah karena malu kepalanya sudah botak *akibat kemo*, ibunya mencukur rambutnya sampai plontos dan berkata : ayo jalan-jalan! :')

Ayah mereka adalah seseorang yang kalem dan jarang bicara. Namun di balik diamnya, dia sangat memerhatikan semua anaknya, bahkan ikut mendukung keinginan Anna untuk meminta hak atas tubuhnya sendiri. Scene lain yang cukup 'ngena' di saya, ketika ayahnya membawa Kate dan adik-adiknya ke pantai, tanpa memedulikan bahwa Kate sudah sangat lemah, dan mereka bermain di pantai seolah Kate masih sehat dan tidak terjadi apa-apa. Karena sang ayah tahu bahwa mungkin itu terakhir kali Kate bisa melihat pantai :)

Remember that summer when I went away to camp? And I was so scared that I'd miss you, guys. Before I got on the bus, you told me to take a seat on the left side, right next to the window, so I'd be able to look back and see you there. I get the same seat now.
-my sister's keeper-


dan benar-benar tak terduga, alasan Anna berani meminta hak atas tubuhnya sendiri :)