Tampilkan postingan dengan label ranting menakjubkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ranting menakjubkan. Tampilkan semua postingan

Tahu Diri

on Rabu, 24 Oktober 2012

Hai, selamat bertemu lagi
Aku sudah lama menghindarimu
Sialkulah kau ada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Rasanya tak ingin bernafas lagi
Tegak berdiri di depanmu kini
Sakitnya menusuki jantung ini
Melawan cinta yang ada di hati
Dan upayaku tahu diri
Tak s’lamanya berhasil
‘Pabila kau muncul terus begini
Tanpa pernah kita bisa bersama
Pergilah, menghilang sajalah lagi
Bye, selamat berpisah lagi
Meski masih ingin memandangimu
Lebih baik kau tiada di sini
Sungguh tak mudah bagiku
Menghentikan s’gala khayalan gila
Jika kau ada dan ku cuma bisa
Meradang menjadi yang di sisimu
Membenci nasibku yang tak berubah
Berkali-kali kau berkata
Kau cinta tapi tak bisa
Berkali-kali ku t’lah berjanji
Menyerah…
Dan upayaku tahu diri
Tak s’lamanya berhasil…
Pergilah, menghilang sajalah
Pergilah, menghilang sajalah lagi ( Tahu Diri by Maudy Ayunda)


The unyu-est song of the month. Pertama denger lagu ini : tertohok. Well, gag sama juga dengan lagu ini sih haha. Yang penting diinget adalah bagian tahu diri - nya :'3

Sekarang hashtag-nya adalah #tahu diri dan jaga diri :')

Obrolan Praktikum : Artifisial

on Senin, 15 Oktober 2012
Golongan praktikum saya terdiri dari 14 orang. 2 orang cowok, sisanyaaaaaa, para ibu-ibu yang ceriwis. Sesuai dengan namanya : Farmasi, Fakultas Ramai Mahasiswi.

Ibu-ibu ceriwis ini selalu berbicara apa pun. Dan apa pun tema yang memulainya, pada akhirnya tidak akan jauh dan lari dari tema : eng ing eng - jodoh dan hal-hal yang mengiringinya. Haha ^^v. Mulai dari ngomongin temen yang dah mau nikah, ngomongin ustadz, ngomongin makanan, pada akhirnya akan berujung pada nasihat serta kutipan-kutipan mengenai hal-hal semacam itu #sigh. Tapi asyik je, saya akui :p

Sampai siang ini, saat praktikum rekayasa antibodi, Bulik *salah satu teman saya*, nyeletuk :
hei nikah itu gag cuma cinta ya. Kalo cuma cinta, di saat ada yang ngasih perhatian lebih, ada yang rasanya lebih cocok, ada yang lebih-lebih lainnya, padahal orang udah nikah, mau rusak gara-gara cinta? Padahal kita sendiri tahu sering cinta itu artifisial, naik turun.
How could she had such a wise thought .________. I adore you, Bulik :')
on Senin, 20 Februari 2012
I wonder if it's you
 I wonder if I'm wrong
I wonder if I miss the chance I have
I wonder what will be in the next years

But all I have is now
I live now , not in the past not in the future
Maybe it's just a fate, we meet in the end of the road between two gates

tak pernah setengah hati

on Rabu, 25 Januari 2012




What a touching video clip :')



siapa bilang cinta itu kemewahan, tempat romantis, kata-kata manis?

bagaimana jika cinta itu di pinggir tempat sampah, dalam kamar 3x3, terucap melalui segelas kopi pahit, sujud sholat,duduk bersama di pinggir rel, dan tercermin dari wajah keriput itu?



Okelah ya gag muna juga ada ungkapan 'emang bisa hidup pake cinta? makan noh cinta'. Haha :p. Well, jodoh masi di tangan Tuhan, entah dimana dia sekarang, tapi dah lahir kan ya branch? Waiting for you :)

on Jumat, 06 Mei 2011
I'll open my box
but please close your stories
well, is it fair enough? :)

Jodoh di Tangan Siapa? *another mario teguh's motivation* :)

on Minggu, 13 Februari 2011
Ouch ouch, temanya unyu banget, itu pikiran saya ketika pertengahan minggu ini melihat judul si om mario buat minggu malam ini. Jodoh di Tangan Siapa? Mulai dari ABG umur 14 taun, remaja 17 taun, ababil umur 19 taun *ehem, saya*, orang dewasa muda umur 20 taunan, ibu rumah tangga umur 30 taunan, bahkan mpe nenek-nenek ada mungkin masih aja pada mempertanyakan itu?*iya gag sih?* Mulai dari yang masih labil *kayak saya*, yang mulai galau gara-gara frustasi nyariin si jodoh, yang udah nikah dan masih bertanya 'am I right?', mpe yang mungkin berpisah dan mencari lagi dari awal, pertanyaannya masih sama 'Jodoh di Tangan Siapa?'. Rawr banget sih yang nyiptain pertanyaan ini -______-"

Sebenernya saya lagi males sih beranting-ranting *bukan saya bukan munafik nih, suerr XD*. Tapi apa salahnya kan saya menyimak si om mario lagi malem ini dan membuat sedikit catetan tentang petuah beliau. Itung-itung besok kalo si ranting lagi jalan-jalan dan nemuin saya, saya bisa baca lagi catetan ini untuk memastikan he's the one, yeah!*mulai random*

Oke, acara dimulai dengan 5 pertanyaan om mario ke penonton :
1. Jodoh di tangan siapa? --> acakadut jawabannya, ada yang bilang di tangan diri sendiri, di tangan Tuhan, ada yang ikut-ikut aja nggumam geje :p
2. Nasib di tangan siapa? --> mulai kompak : di tangan diri sendiri
3. Kebahagiaan di tangan siapa? --> tambah kompak : di tangan diri sendiri
4. Kedamaian di tangan siapa? --> tambah tambah kompak : di tangan diri sendiri
5. Jodoh di tangan siapa? --> dan akhirnya semua kompak : di tangan diri sendiri!

yeah,
Jodoh diserahkan ke tangan kita sendiri, dan Tuhan yang akan menyetujui :)
Jadi pertanyaan terhadap si judul dah kejawab ya, inget : Jodoh di tangan kita sendiri, tapi jangan lupa minta persetujuan dulu dari Tuhan *dari keluarga juga*

Hmm, semua orang punya nasib, seluruh hidup adalah perjalanan nasib. Nasib baik, nasib buruk, nasib beruntung, nasib sial, semua tergantung dari cara kita memandangnya, Karena semuanya punya nasib, terus apa dong yang mbedain? Kelas nasib. Kelas nasib itulah yang membedakan orang pandai dan tidak pandai, orang beruntung dan tidak beruntung, dan lain-lain. Dan kelas nasib itulah yang harus kita bangun dengan tangan kita sendiri. Percayalah bahwa orang baik akan berpasangan dengan orang baik, orang keji akan berpasangan dengan orang keji. Impas kan? :p. Allah memang Maha Adil :). Tergantung bagaimana kita memandangnya dan mengimplementasikannya menjadi hal yang positif di mata kita ;D

Begitu dibuka sesi pertanyaan, ada satu pertanyaan yang unyu deh, bapak-bapak yang tanya. Dia bilang 'jodoh saya telat karena saya terlalu logis, padahal kata ustadz jodoh itu gag logis, harus pake hati, gimana dong?'. Gini deh misalnya saya : saya pengen jodoh yang pinter, kaya, baik hati, sabar, gag mutungan, lucu, pengertian, blablablabla *gag gag seheboh itu, saya cuma mau rasa 'klik', gag lebih gag kurang, itu yang susah haha*. Ya misalnya saya heboh deh minta yang kayak saya sebutin tadi, logis kan seorang wanita muda seperti saya minta itu?*wanita muda?bosomu yooon -_____-*. Yap logis dong, tapi apa yang saya sebutin tadi itu semua gag logis sifatnya, semua emosional, sifat-sifat kayak gitu gag bisa dikuantifikasi kayak kalo kita pake komputer yang eksak 'eh aku mau dong jodoh yang pinternya 90%, baiknya 99%, pengertian 80%, blablabla'. Semua gag logis, semua relatif, karena Allah Maha Adil :)

Cinta itu buta. Sebagai orang yang cukup 'eksak' sih rasanya, buat saya itu gombal banget dan tidak bisa dipertanggungjawabkan. Ternyata si om Mario setuju loh dengan saya *huahahaha*. Yeah, cinta emang gag buta, tapi melumpuhkan logika :). Yang ini baru saya setuju hehe. Itu sebabnya kenapa nasihat pernikahan lebih dibutuhkan ketika sudah menikah, karena orang yang 'ngebet' nikah itu gag bisa dinasihati, logikanya lumpuh oleh cinta *menye-menye banget nih kedengerannya,haha*. Berhubung saya belum ngebet jadi belum tau rasanya, tapi kayaknya emang iya, oh no logika saya akan lumpuh -_____-". Pesan si om mario : Pastikan belajar semua kebaikan tentang pernikahan sebelum kamu jatuh cinta, karena saat itu kamu masih logis' *jujur saya bingung, saya harus bahagia karena masih logis, atau bahagia nanti kalo gag logis? eh saya harus bahagia sepanjang hidup saya, amin :)*

Dan ketika kita sudah merasa menemukan si ranting itu, gimana cara ngeyakinin diri kita? Kewenangannya ada di tangan kita kan? gimana kalo kita salah mengambil kewenangan? :(
Kita memang diberikan keleluasaan buat memilih, buat menentukan, dan Tuhan yang akan menyetujui. Tapi jangan sampai kita sewenang-wenang dalam memanfaatkan kebebasan memilih itu, mendekatlah pada Tuhan dan bertanyalah apakah Tuhan menyetujui pilihan kita :)
*ini nasihat yang kayaknya bakal penting banget buat masa depan saya :)*

Sooooo, kesimpulannya ada 2 hukum nih :
1. Upaya diberikan kepada kita
2. Kita harus memantaskan jiwa bagi jodoh yang berkualitas

Jangan fokus pada di mana jodoh saya, tapi fokuslah pada upaya memantaskan diri untuk dipertemukan dengan jodoh yang pantas :)

Sooooo, karena saya males beranting-ranting sekarang, saya anggap saya dalam usaha 'memantaskan diri' tersebut, amin amin :)

'heh ranting kamu dah lahir kan? aku tau loh, kamu cuma lagi jalan-jalan aja sekarang nyariin aku, kupantaskan diriku, pantaskanlah dirimu, dan kita akan bertemu di persimpangan jalan yang tepat :)'
--> haha random banget deh saya -_______-"

p.s. : kata om mario juga nih, jangan berharap dapet jodoh yang udah 'jadi', karena yang 'jadi' pasti dah dimiliki orang, soo, 'ranting, mari membangun :D' *ini ucapan kalo saya ketemu si ranting ya*
p.s. : buat sahabat saya moymoy, ayok menggirang bersama neng, mereka lagi jalan-jalan nyariin kita loh :). Just see what will happen 5 years ago, amiiin ;D
on Jumat, 11 Februari 2011
tidak ada niatan untuk meninggalkan sesuatu yang saya anggap indah ini

saya bersyukur saya dapat apa yang saya dapat, tidak lebih tidak kurang

utami maryam siti aisyah, istri pepeng
wanita super di belakang pria hebat :) 
 

senyuman buaya,rawr!

on Minggu, 23 Januari 2011
Semua yang nonton Mario Teguh malam ini pasti gag asing dengan judul itu. Yap! Itu tema yang diangkat Pak Marion malam ini. Sayang banget, saya telat nontonnya, baru mulai nonton jam setengah 8an, dan waktu nyalain tv langsung disambut dengan pemandangan seorang ibu meneteskan air mata. Nah lho, saya langsung bertanya-tanya, kok si ibu bisa sampe nangis? Temanya sebagus dan se-menyentuh apa sih?

Seperti biasa, di tengah acara akan ada semacam pertanyaan pilihan ganda yang akan di-vote jawabannya
pertanyaannya : Anda akan menikah dengan pria yang mana? *ini emang konteksnya buat para wanita ya*
A : Pria yang memberikan berlian palsu, tapi cintanya asli
B : Pria yang memberikan berlian asli, tapi cintanya palsu
C : *aku lupa apa jawabannya -______-*

tapi mari kita fokus sama jawaban A dan B aja deh. Ini kan yang banyak membuat para wanita labil?haha

Yeah, dengan segala idealisme jawaban A dipilih sebanyak 65% *saya juga lhooooooo, bangga :D*
dan tiba-tiba ada jawaban seorang ibu yang bikin ngakak guling-guling : "saya pilih B. kenapa? cinta laki-laki itu gag tahan lama, tapi berlian kan awet selamanya"
oke bu.. gue suka gaya lo!
haha, sedikit menginspirasi saya sih.Tapi egaglah..saya harus menjaga idealisme ini!*halah*

hmm, berhubung saya gag mengikuti secara lengkap, saya cuma bener-bener nangkep yang bagian akhir. Pesan-pesan Pak Mario nih *terutama untuk para wanita*:

  • Love is respect
  • Memiliki tidak sama dengan mencintai
  • Cinta adalah pemujaan
  • Saya harus jatuh cinta dengan pria yang memuja saya :) , dan untuk menemukan pria itu, saya harus memantaskan diri untuk dihormati *sesuatu yang sulit banget ketika kita berharap jodoh sempurna jatuh dari langit tanpa kita memantaskan diri untuk itu*
dan yang paling penting :
Jangan berlama-lama dalam keadaan yang tidak baik, karena akan menciptakan mindset 'saya pantas untuk diperlakukan dengan tidak baik'
Kenapa yang terakhir itu penting banget? Karena ketika kita mengalami keadaan tidak enak dalam suatu hubungan, haruskah kita terus berusaha sabar, pasrah menerima, seolah-olah waktu akan menghilangkan keadaan itu? Ya, mungkin seiring jalannya waktu, masalah itu akan terlupakan. Tapi ada jaminan kah masalah itu tidak akan datang lagi??

Ketika masalah itu datang berulang, jangan tanamkan mindset : Saya harus sabar, saya harus menerima.. TEGAS! 
Saya harus tegas untuk melangkah ke arah yang lebih baik : memperbaiki keadaan yang tidak enak itu, atau benar-benar meninggalkan keadaan yang tidak enak itu
Saya harus tega untuk memilih dimana saya akan berdiri, dan saya akan berdiri sebagai orang yang patut dimuliakan :)

rasanya semua wanita bakal berpikir lebih lanjut tentang pasangannya abis nonton Mario Teguh malam ini, sudahkah saya mendapatkan pemujaan itu? Sudahkah saya berada dalam hubungan nyaman dimana kedua belah pihak saling memberi dan melayani?

dan wanita yang belum menemukan rantingnya *baca :saya* akan berpikir , dimana ya ranting menakjubkan yang akan memuja saya itu? Saya harus memantaskan diri untuk menyambutnya!*sebenernya sugesti pribadi nih,haha*

Yap!
semua memilih, dimana tempatnya berada, dimana kenyamanan itu berada, dan terus berharap akan benar-benar bertemu dengan ranting menakjubkannya :)

p.s. : Mario Teguh gag ada siaran ulang ya? :(