Sexy Part of Pharmacy : Pharmacogenomics

on Kamis, 11 Oktober 2012

Don't you know that various parts of pharmacy are sexy? Haha. Fyi, two of the 2012 nobel prizes gone to medical related field.  The researches were about GPCR and stem cell. Also, they could be pharmacy field, not only the doctor :)

Blah, saya belum  bisa  tahan nulis pake bahasa Inggris untuk hal-hal kayak gini haha.

Ceritanya minggu ini dapet kuliah tentang bidang yang menurut saya so wow, farmakogenomik. Yang pertama diceritain Prof. Sismindari kemaren Selasa waktu kuliah Teknologi Gen Farmasetika, yang kedua tadi siang bersama Prof. Tan De Boer dari Utrecht University, kuliah tamu. Alhamdulillah banget sebelum dapet kuliah dari Prof. Tan de Boer, udah pernah dapet dari Prof. Sis, jadi gag terlalu odong juga dengerin kuliah tamu tadi, apalagi pake bahasa Inggris :p

Jadi, apa itu farmakogenomik? Farmakogenomik adalah bidang yang mempelajari interaksi obat dengan tubuh pada level gen. Nah lho, maksudnya? Kita tahu makhluk hidup terdiri atas sel, di dalam sel ada inti sel, di dalam inti sel ada kromosom, kromosom merupakan untaian DNA, di dalam DNA terdapat gen. Gen inilah yang menjadi microchip identitas makhluk hidup, termasuk manusia. Gen akan menghasilkan protein-protein yang mengatur berbagai sistem dalam tubuh makhluk hidup. Makhluk hidup tanpa gen adalah mati, makhluk hidup yang fungsi gennya terganggu adalah sakit. Sederhananya begitu. Cmiiw.

Apa hubungannya gen dan obat? Terutama adalah saat metabolisme obat dalam tubuh. Obat dan racun itu beda tipis, yang membedakan adalah dosisnya (Paracelsus). Oleh karena obat sebenarnya adalah racun, obat harus dibuang dari tubuh. Terdapat berbagai enzim dalam tubuh yang berguna untuk membuang obat dari dalam tubuh setelah selesai efeknya. Gen lah yang 'membuat' enzim-enzim tersebut. Misalnya, ada enzim yang namanya sitokrom p450 yang terdapat di dalam hati. Enzim ini akan mengubah obat menjadi bentuk yang tidak aktif dan membantunya keluar dari dalam tubuh. Kalau terjadi kelainan pada gen yang seharusnya membuat enzim sitokrom p450, maka kadar enzim bisa naik atau turun. Jika naik, berarti obat semakin cepat  tidak aktif dan tidak akan berefek pada tubuh, sehingga pasien seharusnya diberi dosis obat yang lebih besar. Sedangkan jika jumlah enzim turun, maka jumlah obat yang aktif tinggi dan justru dapat memberikan efek toksik pada tubuh. Ini penjelasan versi awamnya hehe.

Tadi ada contoh kasus, ada penelitian mengenai kematian bayi akibat ASI. Bukan ASI murni yang beracun, ternyata di dalam ASI ada morfinnya. Tahu morfin? Itu adalah obat penghilang nyeri (analgesik) yang sering disalahgunakan jadi narkoba. Lho kok bisa ada morfin di dalam ASI?  Ternyata si Ibu diberi obat kodein untuk menghilangkan rasa sakit setelah melahirkan. Nah di dalam tubuh, kodein ini akan dimetabolisme menjadi morfin oleh enzim sitokrom p450. Ternyata, gen si Ibu mengalami kelainan/mutasi sehingga jumlah sitokrom p450 berlebihan dan morfin yang dihasilkan dari kodein juga berlebihan, masuk ke ASI dan bayinya. Hal ini bukanlah hal yang sangat jarang terjadi ternyata, karena sekitar 2% manusia mengalami kelainan ini. Wow ._."

Pengembangan bidang ini 'nantinya' adalah pemberian obat dan dosisnya pada setiap orang tergantung dari jenis gen apa yang ia miliki. You will have your personalized medication, and it will improve people's health. Walaupun baik ilmu maupun implementasinya masih ngawang-ngawang di langit luas, semoga terus berkembang :)

sepotong maaf

on Selasa, 09 Oktober 2012
hai kamu,
yang sedang berjalan di dunia ini, meraih mimpi, berjuang untuk mandiri, untuk keluargamu kelak
walau belum pernah bertemu, atau aku tidak mengenalimu ketika tidak sengaja kita berpapasan,
boleh kusampaikan sepotong kata maaf?

maaf atas keleluasaanku meng-alpa-kan hatiku
maaf atas kenaifan diriku akan hal manis yang semu
maaf atas keasikan diriku memanjakan perasaan yang terkadang gila
maaf atas kenakalan diriku yang dengan sengaja atau tidak, jatuh di tempat dan waktu yang salah

maafkan aku, semoga doa kita untuk bertemu segera diijabah-Nya :)

road to be a pharmacist #1

on Sabtu, 22 September 2012
“The pharmaceutical sector is a knowledge-based business, so the need for qualified people and strong research and development is an essential for growth”
-Dr. Boen, Kalbe's co-founder

Welcome 7th semester, cihuy!

Well, I know it's a 'lil bit late hehe. Semester 7 udah lewat hampir sebulan. Seperti biasa, target 'berubah' selalu dicanangkan di awal semester. Kaset rekaman yang sama diputar lagi, semoga kagak 'bundet' di tengah semester seperti 6 semester sebelumnya, dan baru distel dengan lancar lagi H-1 UAS. Rekaman tentang 'berubah' maksudnya :3

Di semester ini jadi tersadar lagi : mau ngapain abis kuliah?

Mau ngapain? Berbagai buku motivasi dan pengembangan diri pasti mengecam banget pertanyaan macam itu, haha. Tapi wajar gag sih kadang kita masih tanya hal kayak gitu? *pembelaan diri*. Well, saya mau jadi nananina abis lulus apoteker nanti. Oke, nananina = dosen. Kenapa dosen? Biar awet muda dan dikira mahasiswa teruuuuus :3. Hehe. Ya itu alasan primer. Alasan sekundernya karena saya masih menemukan passion saya di penelitian, belum ngembangin bisnis *misal di perusahaan-perusahaan*. Selain itu, jadi dosen kayaknya gag se-kerja rodi kerja di industri, jadi masih bisa ngemong anak :D *impian calon ibu idealis*

Kemudian, dapatlah saya kuliah Manajemen Farmasi Industri (MFI). Ini bukan kayak kuliah malah kayak careercoach *suka banget dengan istilah ini setelah baca your job is not your career*. Mendengar berbagai istilah kerjaan di industri : PE, ME, bussdev, produksi, R&D, marketing, dll. Ini telat banget saya baru ngeh kayak ginian di semester 7 farmasi sains dan industri. Malu-maluin -_-. Dan saya jadi tergoda untuk mencicip dunia industri yang bertantangan. Hmm.

Dan yang bikin tambah random adalah semua dosen : kalian itu farmasis, sangat dibutuhkan di bidang ini, kalau bukan kalian siapa lagi? Klinik, analisis, industri, research, dll. It really is a compliment for us, pharmacists! And challenges, sure. Jadi jadi jadi, mumpung masih ada 2 semester s1 *aamiin*, mari menimba sebisa mungkin fasilitas di kampus, untuk menjadi qulified person \(^.^)~

Partikel - Dee

on Sabtu, 08 September 2012

 Supernova: Partikel


Bogor. Kalimantan. London. Dunia. Luar angkasa. Semesta..

Semesta adalah tempat belajar, semesta adalah jawaban dari segalanya. Fungi, pohon, orangutan, fotografi, wildlife, enteogen, alien, adalah tempat belajar bagi Zarah Amala. Kegilaan sejengkal jaraknya dari kejeniusan. Kebebasan sejengkal jaraknya dari kenaifan. That's world.

Really don't know how to explain this book. Haha.

Kisah yang keren keren banget dari Dee. I adore her, really. Saya dulu skeptis ama serial supernova. Baru baca 'petir' tepat sebelum baca 'partikel', dan ceritanya aneh haha. Tapi begitu baca petir, wow! I must said that Dee is a scientist with prose as her manuscript *well ini lebay banget haha*. Cara Dee menggabungkan berbagai hal ilmiah, menceritakan tentang kehidupan fungi sebagai percakapan sehari-hari, dan berbagai hal ilmiah lain, membuktikan wawasan Dee yang luas sekali. Dan ternyata Dee melakukan riset selama 8 tahun untuk bahan buku ini, pantesan keren bangeet :D. A very must read book!


Cerita adalah cerita. 
Tak peduli bagaimana akhirnya, 
yang penting adalah bagaimana kita menikmati cerita itu.
-bukan quote dari novel, tapi perasaan sesudah membacanya :)

Hidup dari Iri

on Jumat, 07 September 2012
Flat Grin Smiley Emotion Icon Emoticon Clip Art


A : aku payah dalam hal apa pun
B : kamu sedang melihat orang lain
A : kenapa tahu?
B : karena aku juga begitu
A : aku iri kamu pintar
B : aku iri kamu punya banyak teman
A : aku iri temanku multitalented
B : aku iri kamu bisa lari
A : aku lega bisa berbagi keirian
B : kita hidup dari rasa iri, dengan segumpal penuh kebaikan

I think it was a really random chitchat-

Sering merasa iri? Jujur saya dulu sering, sekarang juga, haha. Rasa iri dengan segumpal penuh kebaikan mungkin akan menjadi hal yang baik. Asalkan sesuai dengan kata Rasul, iri yang diperbolehkan untuk 2 hal : ibadah dan ilmu pengetahuan. Cmiiw.