Berjalan

on Sabtu, 02 Agustus 2014
Pada akhirnya, ikatan adalah penerimaan. Penerimaan masa lalu, masa kini, dan masa depan. Penerimaan bahwa dirimu dulu punya pacar lima, penerimaan bahwa diriku tidak suka makan di kaki lima -yang kata mamaku sangat jorok-, penerimaan bahwa bundamu ingin punya menantu yang bisa memasak setiap hari, penerimaan bahwa ayahku menginginkan menantu seorang PNS.

Penerimaan adalah keikhlasan. Sejauh apa kau bisa ikhlas mengetahui sisi-sisi tergelapku? Abaikan seluruh ucapan manusia di luar. Berhasil melihat diriku secara utuh, rapuh, mungkin mudah jenuh. 

Aku tahu, bukan perkara mudah menghadapiku. Mungkin saat ini kau masih sibuk, menyelesaikan masa lalu, menghadapi hari ini, menata masa depan. Tak apa. Aku pun begitu. Aku berjalan, dan yakin pada janji Tuhan mempertemukanku dengan manusia yang penuh keikhlasan itu.

Bangun!

Pertama-tama, mohon maaf lahir dan batin! :'D
*sungkem sama blog yang jarang diisi*

Hehe. Yah, saya sedang berusaha terbangun dari zona nyaman. Pasca ujian komprehensif apoteker awal Juli lalu, memang rasanya ingin berleha-leha sejenak setelah satu tahun kuliah profesi dan hal-hal lain yang cukup melelahkan. Dan akhirnya sore ini berhasil 'terbangun' setelah ngobrol dengan seorang teman.

"Ya begitu yon, selalu ada fase itu. Ujian, lulus, galau dulu, persiapan untuk ujian yang lain, harus prihatin secara mental."

Aaah..selalu ada ujian lain setelah satu ujian selesai. Bersemangatlah, kawan! Mencari 'aman' dengan keluar dari zona nyaman.
on Minggu, 22 Juni 2014
Hari ini saya dan Mbak Wandha mengisi talkshow singkat mengenai pencegahan kanker di sebuah event sosial. Beberapa saat setelah talkshow, seorang Ibu yang sedang hamil -mungkin memasuki trimester kedua- dan anak laki-lakinya yang berumur sekitar 5 tahun menghampiri kami dan mengajak kami berbicara.

"Mbak, almarhum suami saya kena kanker otak. Kata dokter kemarin sampai infeksi, apakah mungkin untuk menular ke saya ya? Saya khawatir dengan bayi saya.."

Diskusi berlanjut. Kami menyarankan Ibu tersebut untuk memaparkan kekhawatiran tersebut kepada dokter kandungannya dan mungkin dapat dilakukan uji terkait. Hal yang bikin "nyesss" adalah ketika saya melihat perut Ibu tersebut, dan anak lelakinya yang masih kecil. Ya Allah, memang rizki dan jodoh di tanganMu. Apalah kami anak muda ini, terkadang terlampau galau untuk menemukan jodoh. Bagaimana dengan orang yang sudah menemukan jodoh kemudian diambil kembali oleh Allah dalam waktu yang singkat?

Sekilas Semarang

on Minggu, 25 Mei 2014
Tepat 6 minggu saya menjadi penghuni kota ini : Kota Lunpia, Kota Pelabuhan, ibukota Jawa Tengah, Semarang!












Hmm, apa yang dapat saya ceritakan tentang kota ini? Mau tidak mau saya membandingkannya dengan kota tercinta Jogjakarta ;) Dan saya tetap gagal move on dari Jogja :')

Secara keseluruhan, cukup menyenangkan sih tinggal disini, kulturnya tidak terlalu berbeda dengan Jogja. Saya tinggal di daerah Semarang Barat, ancer-ancernya deket Sam Poo Kong. Kota besar yang tidak terlalu macet, masih bisa kemana-mana dengan lancar. Cari makan? Hmm lumayanlah mudah juga hehe. Warung makan rekomendasi: penyetan mamah di deket kos*ibu penjualnya pengen dipanggil mamah*, Cabe *semacam SS, menu rekomendasi:bandeng presto, sambel bajak, terong goreng*, nasi goreng Beka di jalan Simongan, sate ayam depan Pasar Simongan :9 Jadi anak kos, ngerasain tantangannya mencari sesuap nasi, hehe.

Tempat wisata? Lumayanlah..Untungnya tempat kos masih deket dari kota. Lawang Sewu, Masjid Agung Jawa Tengah, Pantai Marina, Museum Ranggawarsita, Kota Tua, Pelabuhan, Simpang Lima, sudah dikunjungi. Tapi tetep kangen Jogja dengan segala wisata budaya dan alamnya, haha :')


6 minggu yang lalu, saya menyiapkan diri dan mental : menjadi anak kos! Hehe,ya ini memang pertama kalinya saya menjadi anak kos. Dan banyak orang yang mengkhawatirkan saya menjadi anak kos *entah terharu atau malu*. Banyak sekali yang membantu kehidupan anak kos baru ini, yang alhamdulillah selalu berlimpah cemilan pemberian orang-orang, haha :'). Well, saatnya menyiapkan mental untuk kehidupan rantau yang lebih jauh dan lebih lama. Semarang, terima kasih menjadi tempat persinggahan sementara! :)


Lawang Sewu

Sam Poo Kong di malam hari

Gereja Blendug - Kota Lama

Sudut Kota Lama

Masjid Agung Jawa Tengah

Masjid Agung Jawa Tengah
on Sabtu, 03 Mei 2014
Allah sebaik persangkaan hambaNya..

Selalu saya diingatkan seperti itu, ketika semangat sedang turun, ketika tidak yakin dengan jalan yang ditempuh. Tapi seringkali kemudian saya mendapat jawaban : Allah jauh lebih baik dari persangkaan hambaNya..

Saya mungkin sudah sering menceritakan bahwa salah satu mimpi saya adalah melanjutkan studi lagi. Dan alhamdulillah ya Rabb, jalan menuju mimpi tersebut semakin terbuka dengan menjadi awardee beasiswa LPDP, beasiswa dari pemerintah Indonesia. Well, keinginan untuk melanjutkan studi membutuhkan effort yang benar-benar lebih. Saya sangat bersyukur, begitu banyak yang membantu dan mensupport saya. Keluarga di rumah, keluarga di CCRC, sahabat. Juga teman-teman seperjuangan LPDP : mb ika, mb nella, ayun, mb niha, berbagi info dan latihan bersama :') Inshaa Allah saya akan membagikan pengalaman dalam aplikasi beasiswa LPDP ini.

Well, it's just the first step..
Masih banyak hal lain yang harus dipersiapkan. Semangat dan sukses, berjuang bersama :)