Looking back

on Minggu, 26 Januari 2014
This evening I opened my old email account, the non-official one :p It was due to my sister's request that she need sample of some paper works. I looked for my files from 2012 then I realized, that 2012 maybe one of my most favorite year during my life. I just saw a lot of tasks and activities I've done, then I thought "How energetic I was in 2012..". So, where's the spirit when you need it most right now, yonika? Allah, please give us strength and spirit all the ways..

Percayalah

on Senin, 13 Januari 2014
Kau bilang kau malas; hapus rasa jenuh yang menderas
Kau bilang kau muak; redakan semua fikir yang menyeruak
Kau bilang kau lelah; akankah kau lantas menyerah?

Tenanglah..

Masih kau ingat kataku dulu?
Siapa yang akan percaya padamu; jika kau tak percaya pada dirimu?

Tertatihlah..
Berjalanlah..
Berlarilah..
Terbanglah..

Dan lihatlah,
Seperti yang kau dan aku yakin,
Ada berjuta impian; menunggu untuk menjadi tujuan.

pict source

Life at The End of The Year

on Senin, 02 Desember 2013
Hello, blogspot :)

Such a long long time since my last post here, as usual! It doesn't mean I write nothing during this time. I write, papers :p. Now is December 1st, what kind of life I live now?

Study at Pharmacist Degree is my main activities from September. My lectures will end this week, followed by comprehensive discussion for 2 weeks. I could say that this semester maybe is the hardest part during my study at Faculty of Pharmacy :p. Coming from Science and Industrial Pharmacy, in this degree I have to face and learn many clinical and community things. Many things I don't know. Many things I can't remember. But yes, I'll try, to be a stunning pharmacist! ^^9

I'm feeling distracted.

I pursue my dream, going study abroad. And the door is a 'lil bit open right now. Though my dream was to go to Europe, now the door open is to the country of sakura :). Since my trip there last 2 months, chances are coming. There's still 'but' for the chance. The professor was the most brilliant and strict one in the university. Such a big challenge :') I'm currently preparing for a valuable research plan, in order to attract him ;p. I'm very lucky that I have my professor and friends here really support me, to discuss everything.

Thus, one side of me is studying clinical things, and another side is studying such a bioscience scientific research. Distracted. But I'm really sure if I can relate both of them, I'll get valuable paradigm to be a researcher and lecturer tomorrow! :)

welcome the end of the year, let me close this year with big smile :))
So, in what kind of life you live now?

I'm on the way, hopefully..Aamiin :)

mendaki lereng

on Senin, 16 September 2013
Kuseret langkahku tertatih.

Kurasakan nafasku memendek. Terengah-engah. Sebentuk awan menyembul dari mulutku setiapku membuang nafas. Hal yang keren, ketika aku sering melihatnya di film-film hollywood, ketika aktornya atau aktrisnya sedang bermain salju. Dalam kenyataannya, tidak ada hal yang keren sama sekali ketika aku berhasil membuat awan-awan itu. Tidak di sini, di lebih dari 3000 meter dari permukaan laut. Ketika oksigen menipis, membuat kepalaku semakin pening, dan membuat kakiku semakin berat melangkah.

Kutatap kawan-kawanku, di depan dan belakangku. Tidak ada yang bisa bicara dengan kondisi seperti ini. Tidak ada gelak tawa seperti saat kami masih di pos sebelumnya. Tidak ada yang masih dengan gagahnya berdiri tegak. Semua tertatih. Namun, masih ada satu yang tetap : sinar mata mereka, masih semua sama. Kami akan mencapai puncak bersama, sekali lagi.

Mataku mengerjap. Ah, aku pasti melamun tadi. Kulihat tumpukan kertas di atas mejaku, menunggu untuk ku-review. Kuhela nafas..dan teringat satu hal yang selalu kami, aku dan sahabatku, ingat setiap saat kami jenuh.

"Ra, lo masih inget tujuan kita naik? Tujuan kita hunting berbagai puncak? Tujuan kita nabung buat beli peralatan mendaki? Bukan, bukan puncaknya..Lo sendiri tahu begitu naklukin satu puncak, bakal selalu ada puncak yang lain, nunggu buat didaki. Sampe kapan kita puas kalo gitu? Sampe naklukin Everest mungkin.."

And I always remember the end of this conversation.

Kami selalu, merindukan suasana ini. Tatapan mata menyorot tujuan yang sama, senyum selintas penuh arti, tepukan di pundak menyemangati. Ketika semua orang di kota sana berfokus pada puncak, dan kami di alam terbuka ini lebih senang disebut mendaki lereng. Lereng yang selalu kami syukuri, entah ketika berada di puncak, pun ketika kami terpaksa harus turun karena cuaca buruk atau kondisi tidak memungkinkan. Kami selalu, bersyukur.


Selfnote #1

on Minggu, 15 September 2013
Menunggu itu, hakikatnya..
 bukan ngeburu-buru
apalagi 'memburu'