Negeri Para Bedebah

on Senin, 13 Agustus 2012

wOOOOOw! With many big ‘O’s, hehe.

Thomas adalah seorang konsultan keuangan profesional. Yang kesehariannya adalah berbicara di depan para direktur perusahaan, mengisi ceramah di seminar, diwawancarai oleh majalah keuangan profesional. Di usia muda, ia telah mendapatkan dunia dan pengakuan dari orang-orang. Hingga akhirnya negara api diseraaaaaang. Jengjeng! Tiba-tiba ia harus berurusan lagi dengan masa lalu keluarganya, terbelit dalam persoalan bank keluarga yang akan dibekukan karena pailit, dan melihat ada celah baginya untuk membalas dendam atas kematian ayah dan ibunya. Dalam waktu 48 jam, ia harus mampu menyelamatkan nasib bank tersebut, mendapat dana bail out, dan memastikan orang-orang yang terlibat dalam kematian ayah ibunya mendapat balasan yang setimpal.

Membaca buku ini, membuat ‘capek’. Bukan capek dalam artian negatif, tapi capek karena harus lumayan mikir hehe. Membaca buku ini kayak mendapat kuliah singkat tentang dunia ekonomi perbankan, yang saya jujur gag ngerti sama sekali :D. Tapi ternyata cukup mengasyikkan, dan mengerikan. Saya agak paranoid setelah baca buku ini, apakah birokrasi dan pengaturan ekonomi di dunia ‘se-bedebah’ itu? Semua benar-benar bisa diatur asal ada uang dan relasi. Karakter Thomas sendiri sangat kuat, cerdik, dan licin. Kalo banyak orang-orang semacam Thomas, orang-orang kaya bakal makin kaya banget, yang miskin juga miskin banget. Mungkin. Serem -_-"

Well. Dunia gag seputih yang kita bayangkan, tapi mungkin juga gag sehitam yang ada di buku ini, haha :D. Tapi sangat layak untuk dinikmati kok, memacu adrenalin. Sayang endingnya nggantung. Jadi nilainya 4,4/5 deh. Kalo gag gantung bisa genap 5 nilainya hehe. Oia terus kebayang keknya asik banget kalo dibikin film. Yang jadi Thomas ntar si Iko Uwais (karena lumayan banyak actionnya) atau Vino Bastian boleh deh (karena ganteng haha), yang jadi Julia si Julie Estelle, tokoh lain terserah deh. Semoga Om tereliye mendengar harapanini ^^v

5 comment:

tereliye mengatakan...

Saya mendengar harapan anda :))



:p

Yonika Arum Larasati mengatakan...

eh ini beneran om tere liye? :O
kalo beneran, ditunggu filmnyaaaa, hehe

aziz miring mengatakan...

sering liat kl ke gramedia, tp blm tertarik buat beli bukunya :D

Yonika Arum Larasati mengatakan...

baca gag mesti beli :D
tapi ini a must read book *lebay hehe

saras pratiwie mengatakan...

ga gantung sebenarnya, karena itu ceritanya berlanjut di negeri di Ujung Tanduk

Posting Komentar

speak up! ;)