Kelak

on Rabu, 09 Januari 2013
Kelak dua cangkir teh melati dan setumpuk buku menjadi teman kita di sore hari. Aku dengan novel-novelku, kau dengan buku-buku kodemu. Menghirup udara segar di bawah gunung, di depan tanah luas kebun herbal, yang dibangun bersama teman-teman kita. Bercerita tentang hari, -ku dan -mu; menebak kode-kode yang kau berikan dan tak bisa kupecahkan; bercerita hari-hari yang akan datang--yang kita kompromikan : cafe library-ku, mimpi barumu, where will we go after this. Kelak, may I?

you don't even have to try
Yogyakarta, 090113 

1 comment:

Ibu Karen mengatakan...

Alhamdulillah semoga atas bantuan ki witjaksono terbalaskan melebihi rasa syukur kami saat ini karna bantuan aki sangat berarti bagi keluarga kami di saat kesusahan dengan menanggun 9 anak,kami berprofesi penjual ikan di pasar hutang saya menunpuk di mana-mana sempat terpikir untuk jadikan anak bekerja tki karna keadaan begitu mendesak tapi salah satu anak saya melihat adanya program pesugihan dana gaib tanpa tumbal kami lansung kuatkan niat,Awalnya suami saya meragukan program ini dan melarang untuk mencobanya tapi dari yg saya lihat program ini bergransi hukum,Saya pun tetap menjelaskan suami sampai dia ikut yakin dan alhamdulillah dalam proses 1 hari 1 malam kami bisa menbuktikan bantuan aki melalui dana gaib tanpa tumbal,Bagi saudara-saudaraku yg butuh pertolongan
silahkan hubungi
Ki Witjaksono di:O852-2223-1459
lebih jelas Kunjungi blog
klik-> PESUGIHAN TANPA TUMBAL

Posting Komentar

speak up! ;)