Dia keluar rumah, dengan kostum lengkap untuk berjogging ria. Kaos gombor, celana training panjang, sepatu kets kesayangan yang sudah belel dan nyaman sekali dipakai.
Jam 6.00. Matahari masih malu-malu, tidak ada bayangan di belakangnya. Dimulai dengan berjalan dulu, dia tidak ingin menghabiskan tenaganya di awal. Berjalan santai, mengamati sekitar, tersenyum dan menyapa orang-orang yang ditemuinya di jalan. Kapan lagi bisa bernafas dengan lega seperti pagi ini? Nikmatilah..
Jam 7.00, matahari meninggi. Tiba-tiba muncul bayangan yang begitu panjang di sampingnya, bayangan yang menuju ke arah barat. Dia tidak suka bayangan itu. Bayangan yang terus mengikutinya, menempel ke mana pun dia melangkah. Dia putuskan berlari, berlari dari bayangannya. Namun bayangan itu tetap menempel padanya, tetap mengarah ke barat. Semakin dia melihat bayangan itu, semakin dia ingin pergi. Mulailah dia berlari sekuat tenaga. Dia tidak bisa lagi menikmati udara pagi yang sejuk, tidak lagi mengamati sekitarnya, tidak menyapa orang-orang yang dia temui. Hanya berlari sekuat tenaga. Tidak apa-apa, anggap saja aku berolah raga sambil berkejaran dengan bayangan itu, pikirnya..
Jam 8.00. Matahari makin meninggi. Bayangan masih mengikutinya. Semakin pendek, tapi masih ada. Dia pun tetap berlari sekuat tenaga..
Jam 9.00. Kata orang-orang, jam 9.00 adalah waktu terbaik untuk berjemur, waktu terbaik untuk menyerap sinar matahari pagi. Dia mulai lelah, tetapi bayangannya masih ada. Dia putuskan untuk berjogging saja, tidak berlari lagi. Mencoba berdamai dengan bayangannya, sambil menikmati matahari pagi bersama si bayangan. Padahal dalam hati, dia masih ingin mengalahkan bayangan itu, menunjukkan bahwa dia lebih cepat dari bayangannya..
Jam 10.00. Bayangan makin pendek, matahari makin tinggi. Dia mulai menerima bayangan yang tidak juga menyingkir dari sampingnya. Tenaganya mulai habis, dia mulai merasakan timbunan asam laktat di kakinya, pegal..Joggingnya semakin pelan, dan dia mulai menikmati pemandangan di sekitarnya lagi, mulai tersenyum pada orang-orang yang dia temui..
Jam 11.00. Peluh makin membasahi keningnya. Dan bayangan masih ada, hanya sedikit, hampir tak terlihat. Dia tidak peduli lagi, bayangan itu ada atau tidak. Dia hanya ingin menikmati olahraganya hari ini. Langkahnya makin pelan, sekarang dia hanya berjalan. Menikmati udara yang semakin panas, melihat berbagai aktivitas orang-orang di sekitarnya. Dia berjalan menuju rumahnya.
Jam 12.00. Dia sampai di depan rumahnya. Lelah, lelah sekali setelah berkejaran dengan bayangannya. Matahari tepat di atas kepalanya, begitu terik tanpa ada awan yang menutupinya. Sambil membuka pagar rumah, dia melihat ke bawah, melihat sekeliling, mencari sesuatu yang rasanya hilang. Bayangan itu hilang, habis di bawah kedua kakinya. Tidak terlihat di sampingnya, hanya di bawah kakinya ada sedikit warna hitam. Tepat jam 12.00 siang.
Dia pun teringat sebuah kalimat dari sahabatnya :
Time will heal everything, every wound you've got

