Move on from euforia

on Sabtu, 10 Desember 2011
Today is Saturdaaaay! *info gag penting haha*. Hari yang saya tunggu sejak hari rabu lalu, dimana ada tekpon dari nomor jakarta mengabarkan bahwa saya harus mengikuti tes wawancara untuk ielsp. Alhamdulillah, it's a little step to study abroad. Eng ing eeeeng, ternyata wawancaranya dilakukan hari sabtu, sebuah waktu yang singkat buat saya. Berbekal hasil googling-googling sambil lalu beberapa blog alumnus ielsp, saya memantapkan diri *hasyah*

Hmm, saya gag bisa sok cool menghadapi wawancara ini, gag kayak orang-orang yang udah berulang kali ikut wawancara ini itu, beasiswa ini itu lah --". Lebay sih. Padahal saya disuruh dateng di gedung realino sadhar jam 11.30. Tapi jam 10 tepat saya udah nagkring di depan ruang. Cengok, kenalan sama peserta lain, begitu sms si rina, eh dia malah bilang :"bagus dong yon, berarti tunjukkin ntar sama orang amrik, orang indonesia itu gag jam karet" "..... haha".

ngobrol ngalor ngidul sama peserta lain, kalo ada peserta yang keluar dari ruangan, langsung deh dikerubungin, tadi ditanyain apa aja mba? pake bahasa apa mba? reviewernya serem gag? dll. Saya cuma dengerin dari jauh aja si mbak bercerita sambil mantuk-mantuk. Oh ternyata pake bahasa indonesia kok *padahal katanya alumnus pake bahasa inggris*, oh ternyata malah ditanyain "kalo dirumah ngapain aja?"*padahal katanya alumnus biasa ditanyain seputar essay*. Saya malah jadi bingung kalo ditanyain kayak gitu. Kegiatan dirumah? tidur, mandi, makan, ngenet, tidur, mandi, makan... Mana mana mana masak saya harus jujur sih :'(

Begitu mendekat ke ruangan saya, eh ternyata di ruangan saya pake bahasa inggris boooo~, tiap kali masuk sekitar 20 menit *padahal yang pake bahasa indonesia tadi cuma 6-8 menit* ini kok berasa suatu subjektifitas dan ketidakadilan. Entah apa yang nanti dinilai dari hasil wawancara ini.

Finally, my turn!
Y : Afternoon..
R : Yes, please sit, your name is Yonika....
Y : Yap
R : Where do you come from?
Y : ..
R : Tell me about your family
Y : ..
R : What's your major? why did yo choose it?
Y : ..
R : What do you think about danger of drugs in community? what's your role there?
Y : ..
R : Do you join any organization?
Y :..
R : Do you make change there? or what's your contribution?
Y : ..

Oke, intinya begitulah petikan wawancara antara saya dengan ibunya. Hmmm, i'm not sure. Oke yang penting sudah mencoba dan berusaha! Let move on from euforia and back to reality \(^.^)/. Wish, did, pray! :)


Drug cost? what do you think?

on Rabu, 07 Desember 2011

As one of the biggest country in the world, based on area and number of inhabitant, Indonesia has many problems to solve. Since in the future I’ll be a pharmacist, I concern in medical world’s problem of Indonesia. Drugs is an important part of a medication, and there is a report said that drug’s cost is about 40-80% of all medication cost. But, there is a limitation for people to access suitable drugs cause of the high price of them. This issues has shared and discussed in many forum. Until now, still, the drug which can be easily accessed is for common illness like cough, influenza, etc. Whereas, people who suffer some other widely spread illness like cancer and tuberculosis, still indisposed for taking the drug because of the high costs. However, what kind of illness, whether it’s light or heavy disease, the patients have to able to accessed the suitable drugs.

This issue is like a chain which seems like never end. Lack of drug’s research based in Indonesia, unavailability of raw material, promotion cost, rivalry between pharmaceutical industry, and lack of information about drugs for common people are the main causes of the high drug’s cost. To solve those all, we need support and contribution from all parts, pharmacist, doctor, industry, also common people. In addressing this issue, I would like to render my opinion. I’m interested in two aspects, role of BPOM in regulating the drug’s distribution  and research based in Indonesia. BPOM is the center of drug distribution regulator, so the role of BPOM in delimit the number and price of drug is really important. We need firmness from BPOM to discipline the number and price of drugs which are revolved in people. BPOM can cooperate with universities to do that together. Formation of committee in university which has pharmacy faculty to help BPOM control drug is a way to always monitoring availability of drug and people take medicine correctly.

                Beside always monitoring the distribution and price of drug, we need to look at upper case, lack of drug research in Indonesia makes us always import drug’s raw material. Whereas, in fact Indonesia is rich of drug material. As the country with 2nd largest biodiversity in the world, Indonesia has big nature wealth. Since the budget allocated for research in Indonesia hasn’t been satisfy enough now, about <0,1% from total Indonesia’s APBN, efficiency is the best solution. The relation between pharmaceutical industry and researcher hasn’t connected well. There are many researches which aren’t useful for people because there aren’t action to process the research become product which can be used directly by people. Existence an organization which can connect pharmaceutical industry and researcher will make effort in a certain direction, what is needed to be researched by reseacher and what research has been done and can be processed more. This organization have to gather information from both side, industry and research, also can give guideline to both of them the requirement of people now. I’m sure the increase of efficient researches and active role from BPOM will help people to get more economic drugs.


as I describe before, this issue is big problem in Indonesia. My thoughts are still 'normative' and  it's an honor for me to hear your ideas and comments :)

yeah grammar acakadut, sekali2 lah haha *kesambet*

what a sunday

on Minggu, 04 Desember 2011
suatu saat, kita akan melihat apa yang pernah kita tuliskan, dan tersadar kita mendekati hal tersebut
suatu saat, kita akan melihat apa yang pernah kita tuliskan, dan kemudian merevisi apa yang tersurat
suatu saat, kita akan menyadari, bahwa Allah menyayangi kita, dalam makna yang tersirat maupun tersurat

.041211.
terimakasih ya Rabb :)

Ibu Kantin

on Selasa, 15 November 2011
Kemarin saya 'dipaksa' sahabat saya, rina, untuk nganterin dia ke bengkel motor dan grhapari. Setelah naruh motor dia di bengkel, kami pun mencari tempat makan yang enak dan murah meriah *jelaaas :p. Pilihan satu : mie ayam bu murtini, pilihan dua: siomay telkom, pilihan tiga: foodcourt ugm. dan pilihan jatuh pada : jengjeeeeeeeeeng! --> KANTIN PADMANABA, haha gag nyambung abis ya. Saya sih yang gantian maksa dia, haha. Entah kenapa akhir-akhir ini kangen dengan suasana SMA. Setelah dateng ke latihan bhapad kemaren, trus dateng ke nikahannya temen SMA, rasanya banyak hal yang pengen saya liat lagi di SMA *berasa mellow --"*

Meluncurlah kami ke padmanaba, sma yang selalu saya banggakan. Disambut rindangnya pohon-pohon di lapangan tengah, kami langsung deh menuju kantin hehe. Jam 1, dan masih banyak anak-anak di kantin. Padahal seinget saya istirahat kedua berakhir jam setengah 1. Keinget lagi : emang dulu kalo bel saya langsung masuk kelas? haha :D. Ketemu qiqi, si calon danton bhapad 67, yang langsung nodong saya lagi kapan dateng latihan --" haha.

Pesan makanan, minuman, ngobrol ngalor ngidul. Cerita masa sma dulu, cerita kebandelan-kebandelan kami. Cerita saya yang suka bolos apalagi kelas 2, cerita rina yang hidup di asrama dan bikin saya pengen ngerasain sensasinya :p. Dan kami ditemani oleh seorang ibu kantin, yang ikut ketawa kalo denger kami cerita lucu, dan beliau juga cerita-cerita tentang keadaan sekolah sekarang :)

Saya baru aja kepikiran, mungkin ibu-ibu di kantin, merupakan sahabat terbaik anak-anak, apalagi jaman-jaman SMA dulu. Mereka selalu kita temui saat istirahat *waktu favorit kita*. Melihat kita yang rebutan makanan, minuman, teriak-teriak pesan ini itu, rebutan bayar, pesan makanan aneh-aneh, mungkin jadi 'teman ngobrol' saat bolos, dan banyak hal lainnya. Mereka menyaksikan kita tumbuh selama 3 tahun, melihat kita dari awal masuk, masih cupu celingak-celinguk mau beli apa di kantin, sampai akhirnya ketika kita lulus hafal dengan pesanan favorit kita. Saya jadi ingat dengan bu murtini, mie ayam langganan saya sejak kelas 1 smp --> 9 tahun yang lewat :D. Dari jaman saya masih cupu banget lepas SD, jaman saya kelas 3 smp bersama The OC dulu, jaman saya SMA tiap jumat selalu ke tempat ibunya, jaman saya kuliah dan ke sana sama mantan, jaman sekarang saya udah jarang ke sana tapi si ibu masih tetap hafal : mie ayam kering tanpa sawi tanpa balung. Haha :D

Mereka menyaksikan kita tumbuh dengan mimpi-mimpi kita. Kita tertawa, bercerita kepada mereka, melihat mereka tersenyum saat kita bercerita, mendukung dan mendoakan kita, seolah kita anak mereka sendiri :) Saya tertegun ketika kemaren saya dan rina cerita-cerita tentang sekolah dll, kami tertawa dan merasa mungkin terkadang naif.  Si ibu sambil tersenyum menimpali : " Rapopo to ndug bercita-cita. Dulu ibu yo pengen sekolah dhuwur-dhuwur kayak kalian, tapi ternyata gag bisa. Selagi kalian bisa, gapapa kan? Semoga anak ibu bisa"

See? Mereka mungkin akan jadi saksi ketika kita mengucap cita-cita dan mendoakan yang terbaik untuk 'anak-anak'nya di sekolah ini :)

Terima kasih, Ibu kantin.

Bhayangkara Padmanaba

on Senin, 07 November 2011
Sore ini melakukan kegiatan yang gag biasa, jengjeeeeng : maen ke sma 3, yeiy! \(^.^)/ Haha bener deh, ini suatu hal yang langka saya lakukan lepas saya semester 1 kuliah, duh durhaka sama almamater :(. Mumpung siang kosong, akhirnya capcuslah saya sendirian ke padmanaba di tengah cuaca jogja yang enak banget untuk tidur siang :)

Sampai di padz, saya bingung kayak anak ilang sendirian. Sekeliling cuma keliatan anak pake seragam putih abu-abu. Well, saya ngerasa tua tua tua sekali, pake baju bebas, celingak celinguk kayak anak ilang. Akhirnya saya telp nomer yang 'mengundang' saya ke sma. Ngikngok gag diangkat. Okelah saya berdiam diri dalam aula. Gag betah, akhirnya jalan deh ke gerombolan anak-anak pake kaos putih dengan bawahan training, bertopi abu-abu sma dengan nametag yang dipasang di topi.

Saya mencari anak yang bernama qiqi. Beberapa waktu yang lalu dia nge-chat saya di fb. Memperkenalkan diri sebagai calon danton Bhayangkara Padmanaba 69. Dia tau saya dari cerita-cerita para pelatih Bhayangkara Padmanaba. Siapa saya deh sampe dicrita-critain, haha :P. Begitulah, dia tanya kenapa saya belum pernah nongol di latihan Bhapad mereka, gimana pengalaman-pengalaman saya dulu, dan pengen ketemu ngajak ngobrol-ngobrol. Saya yang sukanya 'sok sibuk'(-..-) akhirnya bisa datang ke sma hari ini, yeiy! :D

Begitu ketemu ama si qiqi, eh anaknya langsung heboh --". Manggil temen-temennya calon danton lain dan mengenalkan saya ke mereka. Saya gatau deh apa aja nih yang udah dicritain temen-temen pelatih ke anak-anak muda ini tentang saya haha. Parah banget kayaknya sampe mereka menganggap bahwa saya masih danton (komandan peleton) yang oke punya :p. Minta tips ini itu padahal saya dah lupa semua juga :p. Akhirnya saya dengerin aja lah curcol mereka gimana latihan danton sekarang, dibandingkan ama latihan saya dulu. Dan sekarang jauh lebih aneh tapi nyenengin juga kayaknya :)

Akhirnya ditodong buat jadi juri simulasi lomba yang aneh --". Menilai dantonnya, kayaknya buat nentuin danton utama nanti siapa. Aaaaa saya kangen sekali jadi danton :(

Bhayangkara Padmanaba? Itu keluarga saya selama di SMA 3. HArusnya sekarang juga masih kan ya :) Tapi saya udah gag aktif lagi sejak lulus SMA. Saya salut sama temen-temen yang masih setia ngelatih adek-adek, melanjutkan tradisi prestasi yang dimulai sejak angkatan saya, haha :D *mau nyombong dikit :p*

Dulu di Bhapad saya jadi penjuru kecil karena badan saya yang imut :3. Akhirnya saya naik pangkat jadi komandan peleton putri. Berdiri di sebelah penjuru besar yang membuat saya terlihat makin imut, haha. Dan mulai angkatan kami, penggemblengan Bhapad dimulai dengan sangat serius, 3 bulan pertama latihan setiap hari sampai jam 5 sore. Dan khusus danton bisa sampai jam 7 malam. Banyak banget suka dukanya dulu. Saya pernah disuruh keluar Bhapad sama mama papa karena jam latihannya naudzubillah buat anak SMA. Tapi dari situ kami dapat keluarga baru dan dapat prestasi :)

Alhamdulillah, saya juga gatau banget kenapa dulu bisa dapet banyak prestasi bersama Bhapad ini, haha :D. Individu maupun tim, kami telah membawa nama besar Padmanaba di berbagai lomba, cukup disegani deh kayaknya hehe. Cukup membawa 'musuh' juga kalo sama sma-sma kandidat juara lainnya X). Latihan, lomba, menang, rutinitas loh :p *gag songong tapi emang kenyataan masa lampau haha :D*.

Banyak banget kenangan saya di Bhapad ini, pelantikan yang asik sekali, jadi sie acara pelantikan angkatan 65, bikin tugas aneh-aneh, technical meeting lomba harusnya di UII deket SMP8 tapi malah nyasar ampe jakal karena salah info --". Hidup saya di sma adalah untuk belajar *hmmm --" dan bhapad, haha :D

Dan ini mungkin yang tertinggal dari sekian banyak latihan-latihan dan perjuangan kami bersama :) *halah lebay :p



sayang cuma ada foto yang cowok di laptop ini --"
seragam kheki kami yang legendaris dan prestisius untuk dikenakan :)