Mabok Dekstro

on Minggu, 01 Januari 2012



Mabok dekstro, apaan tuh? temennya mabok duren kayaknya kakaak -..- *jayus ya? haha*. Itu judul reportase investigasi Minggu sore ini. Hmm, agak shock gimana gitu liatnya *lebay*. Tuh kan, tanda-tanda saya harus lebih banyak melihat dunia, haha. Intinya, dekstrometorfan, ini salah ssatu jenis obat batuk yang dijual bebas, disalahgunakan untuk membuat orang fly. Mungkin kayak narkoba gitu, tapi lebih ringan. Dan ternyata udah ada beberapa orang yang meninggal karena overdosis waktu nge-fly pake si dekstro ini. Mirisnya, yang mengonsumsi adalah anak-anak usia SMP. Astaghfirullah..

Nah, sebenernya apa si dekstro ini? Kenapa bisa bikin fly dan ketagihan? 

struktur dextrometorfan

Dextro ditujukan sebagai  antitusif, yaitu menekan batuk. Secara farmakologi, obat ini akan menaikkan ambang batas rangsang batuk, sehingga pasien tidak terlalu sensitif dengan rangsang batuk. Karena molekul dextro mudah berikatan ke berbagai reseptor *nempel dimana-mana*, jadilah efeknya tidak spesifik hanya menekan si batuk saja, tetapi juga dapat menyebabkan efek rekreasi *fly*, dan berbagai efek samping seperti gatal-gatal, pusing, mual, kesulitan bernafas (pada dosis normal), juga halusinasi, muntah, pandangan kabur, berkeringat, demam, hipertensi, dan lain-lain (pada dosis 12,5-75x lipat dari dosis normal).

Dextrometorfan merupakan isomer levorphanol (suatu analog kodein, turunan morfin). Hal inilah yang menyebabkannya memiliki afinitas terhadap reseptor opioid (reseptornya narkoba) dan mengaktifkan reseptor tersebut sehingga dapat menimbulkan efek rekreasi. Selain itu, dextrometorfan juga bisa menjadi antagonis reseptor NMDA *ini reseptor yang berkaitan dengan fungsi memori dan analgesik*. Penghambatan reseptor NMDA yang berlebihan ini dapat menyebabkan berkurangnya fungsi memori, halusinasi, confusion, analgesik, dan justru disalahartikan sebagai fungsi 'rekreasi'. Padahal, hal ini bahkan bisa sampai menyebabkan skizofrenia yang disebabkan oleh neurotoksisitas.

Sempat diperlihatkan di tayangan tadi, bagaimana mudahnya si anak memperoleh dextrometorfan. 5000 rupiah sudah bisa mendapatkan 25 tablet. Bahkan ia menjadi 'bandar pil dextro' di sekolahnya. Ckck.. kayaknya emang bener, perlu ditinjau ulang nih status dextro sebagai OTC, yang bahkan bisa dibeli di toko-toko kelontong. Karena 'masyarakat' semakin lihai, apoteker juga harus makin lihai bukan?

0 comment:

Posting Komentar

speak up! ;)