don't say don't

on Kamis, 12 Januari 2012

A whole new world

A new fantastic point of view


Saya teringat postingan sotoy saya yang ini. A whole new world. When we found a new world, we enjoy it for while time. Though, we hate it before :)

Beberapa kali kayaknya saya mengalami hal kayak gitu. Saya duluuuuu suka men'judge' diri tidak menyukai sesuatu. Menulis, misalnya. Cupu abis lah dulu, haha :D. Kayak postingan jaman masih cupu yang ini *sekarang masih cupu juga sih*. Nulis jawaban essay buat ulangan aja gag suka .__. Eh sekarang tiap galau malah nulis. Kayaknya hampir tiap bulan juga selama 2011 nulis proposal. Entah proposal penelitian, essay, atau proposal kegiatan *oke udah nasib saya kayaknya akhir2 ini dipercaya, atau dikorbankan? menjadi sekre..*. Intinya adalah nulis, nulis, dan nulis. Kualat kan saya? Haha :D Nulis di blog juga. Senang sekali rasanya ada yang menyempatkan untuk baca blog saya ini. Blog yang awalnya memang diniatkan untuk menggalau, dan begitulah adanya hingga sekarang :') *kok malah terharu :p*. Intinya, judgement saya bahwa saya tidak suka dan tidak bisa menulis itu adalah salah :D

Then, beneran saya gag boong, saya gag suka yang namanya politik. Buat saya yang awam ini, politik itu permainan kata-kata antara orang-orang yang suka nampang buat memperebutkan harta, tahta, wanita *serem bet*. Tapi kemungkinan tahun ini saya bakalan berurusan dengan sedikit 'politik kampus'. Haha serem abis keknya :D. Dunia yang bakal bikin lebih mikir tentang mengawasi orang, melihat sepak terjang orang, legislatif.. entahlah. Mungkin :). Intinya, kayaknya makin banyak saya dekat dengan hal-hal yang dulu tidak saya sukai.

Don't say don't

I really tried to told it to myself this year. Makin tua, makin kerasa hal-hal kayak gitu. Hal-hal yang tidak kita sukai sebelumnya, justru mungkin menjadi masa depan kita. Oke itu lebay sih :P. Hal-hal yang tidak kita sukai sebelumnya, mungkin akan menjadi tempat aktualisasi diri kita *berat bosone*. Hal-hal yang tidak kita sukai sebelumnya, tidak seburuk yang kita bayangkan ketika kita sudah ada di dalamnya :)

Open eyes, look around, open heart
fly wings :)

Waiting -Endah n Rhesa

on Senin, 09 Januari 2012

I start to write a love letter, when I first met you there

But I just keep it on my secret place
I’m not the only one who adores you anyway
But someday you will know that I am here



I’m just waiting for a moment to tell you
I’m waiting, and I’ll make you all mine
I’m just waiting, waiting, waiting…



I don’t care what people say about who you are and what you do
And all I see is that perfect lies in you
I believe that the time will come and we will be together
Oh I am so in love with you, and I’m falling, I’m falling for you 

Adil itu apa? #kisah nabi musa

on Sabtu, 07 Januari 2012
"Allah itu gag adil! Umam yang anak nakal, umam yang bandel, bisa ketemu lagi sama ummi-nya. Sedangkan Delisa, yang udah jadi anak baik, yang sabar, yang gag pernah tanya ummi kemana, kenapa gag bisa ketemu ummi lagi? Kenapa yang pulang ummi-nya Umam? Allah gag adil!"

-Hafalan  Sholat Delisa

Petikan ucapan Delisa di atas adalah salah satu bagian paling menyentuh dari novel "Hafalan Sholat Delisa", yang sekarang filmnya lagi diputer tuh. Yah, walaupun filmnya gag sebagus novelnya *seperti biasanya novel yang difilmkan*, tapi ceritanya yang memang kuat membuat saya dan teman-teman mengeluarkan beberapa lembar tisu, haha :D

Kembali ke ucapannya Delisa itu. Jadi, ceritanya kan Delisa kehilangan ummi-nya dalam bencana tsunami Aceh 2004. Umam, teman delisa yang bandel, nakal, bertemu lagi dengan ummi-nya dalam keadaan selamat. Sedangkan ummi Delisa, tetap tidak ditemukan. Padahal Delisa sudah bersabar, tak apa kehilangan sebelah kakinya, tak apa kehilangan ketiga kakaknya, tak apa kehilangan sahabatnya si Tiur, tetapi apakah tidak bisa bertemu kembali dengan ummi? Delisa rasa Allah tidak adil, sampai dia sadar bahwa alam seisinya berteman dengannya..

Oia, bicara tentang 'adil', jadi inget petuah *cerita dink hehe* sahabat saya, waktu lagi makan di kantin. Dia cerita tentang Nabi Musa. Mungkin dah pernah ada yang denger nih, tapi biar pada inget lagi hehe :P

Nabi Musa pernah bertanya kepada Allah, apakah keadilan itu? Karena di zamannya, Nabi Musa melihat banyak ketidakadilan yang terjadi di kaumnya. Akhirnya, Allah pun setuju untuk memperlihatkan kepada Nabi Musa 'secuil' dari tanda keadilannya. Diperintahkan-Nya Nabi Musa pergi ke tepi sungai Nil dan menunggu tanda keadilan Allah tersebut.

Keesokan harinya, Nabi Musa pun pergi ke tepi sungai Nil, duduk di bawah pohon sambil bertanya-tanya dalam hati, tanda macam apakah yang akan diperlihatkan Allah sehingga Nabi Musa semakin yakin akan keadilan yang dibuat-Nya? Lama menunggu, tak terjadi apa pun. Akhirnya, menjelang siang, datanglah seorang ksatria membawa karung, berisi koin-koin emas, yang kemudian disembunyikan oleh ksatria tersebut di balik sebuah pohon, entah untuk apa. Ksatria tersebut kemudian pergi, dan Nabi Musa tetap berdiam diri di balik pohon, menunggu apa yang akan terjadi kemudian.

Tak berapa lama kemudian, datang seorang anak kecil. Setelah sampai di tepi sungai, anak tersebut melihat ada yang aneh di balik pohon. Ternyata karung berisi koin emas. Dan si anak pun tanpa pikir panjang langsung membawa karung tersebut. Nabi Musa melihat hal tersebut, dan tetap diam untuk menyimpulkan keadilan macam apa yang akan dilihatnya.

Lama tak terjadi apa pun, sore hari akhirnya datang seorang tua, buta, berjalan tertatih untuk minum di sungai tersebut. Sedang mnikmati minumnya, ksatria datang kembali untuk mengambil karungnya. Namun, apalah daya karung emas tersebut sudah raib. Hanya dilihatnya seorang tua di tepi sungai tersebut. Kalap karena karung emasnya hilang, ksatria pun langsung bertanya pada kakek tersebut. Sungguh, si kakek tidak melihat, Tetapi ksatria yang telah dibutakan oleh harta tidak dapat berpikir jernih lagi dan menganggap si kakek telah mencurinya, menyembunyikan karung tersebut di suatu tempat. Akhirnya, ksatria pun membunuh kakek tersebut dan kembali tanpa menemukan emasnya.

Nabi Musa yang mengamati sejak awal semakin heran, manakah tanda keadilan itu?

Sungguh, Allah Maha Adil. Begitu besar keadilan-Nya, sehingga sering kita tak kuasa untuk menalar adil-Nya..

Di balik itu semua, ada cerita lain. Anak tersebut adalah seorang anak yatim yang miskin. Ayahnya meninggal karena dibunuh oleh kakek buta tersebut. Sedangkan dahulu ayahnya bekerja pada si ksatria selama hidupnya. Namun gaji sebelum kemudian meninggal belum dibayar oleh ksatria tersebut.

Hutang uang dibayar uang, hutang nyawa dibayar nyawa..

Sungguh, Allah Maha Adil. Begitu besar keadilan-Nya, sehingga sering kita tak kuasa untuk menalar adil-Nya..
on Selasa, 03 Januari 2012
mba ika, aku udah sembuh, ayo sholat, anterin wudhu...

--anis,pascaoperasi usus buntu
:)


Mabok Dekstro

on Minggu, 01 Januari 2012



Mabok dekstro, apaan tuh? temennya mabok duren kayaknya kakaak -..- *jayus ya? haha*. Itu judul reportase investigasi Minggu sore ini. Hmm, agak shock gimana gitu liatnya *lebay*. Tuh kan, tanda-tanda saya harus lebih banyak melihat dunia, haha. Intinya, dekstrometorfan, ini salah ssatu jenis obat batuk yang dijual bebas, disalahgunakan untuk membuat orang fly. Mungkin kayak narkoba gitu, tapi lebih ringan. Dan ternyata udah ada beberapa orang yang meninggal karena overdosis waktu nge-fly pake si dekstro ini. Mirisnya, yang mengonsumsi adalah anak-anak usia SMP. Astaghfirullah..

Nah, sebenernya apa si dekstro ini? Kenapa bisa bikin fly dan ketagihan? 

struktur dextrometorfan

Dextro ditujukan sebagai  antitusif, yaitu menekan batuk. Secara farmakologi, obat ini akan menaikkan ambang batas rangsang batuk, sehingga pasien tidak terlalu sensitif dengan rangsang batuk. Karena molekul dextro mudah berikatan ke berbagai reseptor *nempel dimana-mana*, jadilah efeknya tidak spesifik hanya menekan si batuk saja, tetapi juga dapat menyebabkan efek rekreasi *fly*, dan berbagai efek samping seperti gatal-gatal, pusing, mual, kesulitan bernafas (pada dosis normal), juga halusinasi, muntah, pandangan kabur, berkeringat, demam, hipertensi, dan lain-lain (pada dosis 12,5-75x lipat dari dosis normal).

Dextrometorfan merupakan isomer levorphanol (suatu analog kodein, turunan morfin). Hal inilah yang menyebabkannya memiliki afinitas terhadap reseptor opioid (reseptornya narkoba) dan mengaktifkan reseptor tersebut sehingga dapat menimbulkan efek rekreasi. Selain itu, dextrometorfan juga bisa menjadi antagonis reseptor NMDA *ini reseptor yang berkaitan dengan fungsi memori dan analgesik*. Penghambatan reseptor NMDA yang berlebihan ini dapat menyebabkan berkurangnya fungsi memori, halusinasi, confusion, analgesik, dan justru disalahartikan sebagai fungsi 'rekreasi'. Padahal, hal ini bahkan bisa sampai menyebabkan skizofrenia yang disebabkan oleh neurotoksisitas.

Sempat diperlihatkan di tayangan tadi, bagaimana mudahnya si anak memperoleh dextrometorfan. 5000 rupiah sudah bisa mendapatkan 25 tablet. Bahkan ia menjadi 'bandar pil dextro' di sekolahnya. Ckck.. kayaknya emang bener, perlu ditinjau ulang nih status dextro sebagai OTC, yang bahkan bisa dibeli di toko-toko kelontong. Karena 'masyarakat' semakin lihai, apoteker juga harus makin lihai bukan?